Film China “The Botanist” Hadirkan Keindahan Alam dan Kearifan Budaya di JWC 2025

Film China “The Botanist” Hadirkan Keindahan Alam dan Kearifan Budaya di JWC 2025

Sutradara Jing Yi (kanan) terlihat saat sedang melakukan sesi tanya jawab dengan para penonton di salah satu studio di bioskop CGV yang terletak di Mal Grand Indonesia, Jakarta, pada 27 September 2025. (Xinhua/Poppy Amelia Sevina)

   Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh cerita, sutradara Jing Yi menyampaikan rasa bahagia atas penayangan filmnya di ajang JWC. Dia merasa tersentuh melihat sambutan hangat dari para penonton di Jakarta, yang menurutnya amat berarti.

   "Inspirasi untuk film ini datang dari pengalaman saya sendiri saat tumbuh besar di Xinjiang, di mana komunitas Kazakh dan Han hidup berdampingan, dan saya ingin menunjukkannya kepada dunia," ujar Jing Yi ketika salah satu penonton bertanya dari mana ide cerita "The Botanist" berasal.

   Dia mengungkapkan bahwa "The Botanist" bukan hanya kisah tentang seorang anak dan alam sekitarnya, tetapi juga tentang koneksi serta pertukaran budaya dan bahasa yang bermakna antara dua etnis yang berbeda. Persahabatan Arsin dan Meiyu mencerminkan jembatan kultural yang terbangun secara alami, melalui bahasa, tradisi, dan cara mereka memahami dunia yang mereka huni bersama.

   Saat ditanya tentang tantangan dalam proses pembuatan film itu, Jing Yi mengaku bahwa salah satu kesulitannya adalah membenamkan diri saat memotret dua karakter utama tersebut secara mendalam. Tantangan lain muncul saat pengambilan gambar lanskap, karena lokasi syuting berada di kampung halamannya sendiri, di mana masyarakat hidup dengan ritme yang lambat (slow life). Oleh karena itu, proses produksi harus disesuaikan dengan kondisi tersebut agar hasilnya tetap natural dan autentik.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini