SINOPSIS Every Day We Are Dipastikan Tayang Februari 2026, Jadi Film Terakhir Kim Sae Ron yang Penuh Emosi

SINOPSIS Every Day We Are Dipastikan Tayang Februari 2026, Jadi Film Terakhir Kim Sae Ron yang Penuh Emosi

Setelah mengalami penundaan selama bertahun-tahun, film Korea Every Day We Are akhirnya resmi mengantongi kepastian jadwal tayang. Film romansa remaja yang dibintangi Lee Chae Min dan mendiang Kim Sae Ron ini dijadwalkan rilis di bioskop pada Februari 2026, sekaligus menjadi salah satu karya terakhir Kim Sae Ron yang paling dinantikan para penggemar.

Sebenarnya, Every Day We Are telah merampungkan proses syuting sejak 2021. Namun, perjalanannya menuju layar lebar tidak berjalan mulus. Film ini sempat tertahan akibat persoalan pascaproduksi serta kontroversi yang melibatkan Kim Sae Ron. Awalnya direncanakan tayang pada 2022, kepastian baru datang setelah distributor JNC Movie merilis poster perdana dan mengumumkan jadwal resmi pada akhir Desember 2025.

Poster yang dirilis langsung menyedot perhatian publik. Lee Chae Min dan Kim Sae Ron terlihat berdiri di bawah satu payung di tengah hujan, memancarkan suasana romantis sekaligus melankolis yang merefleksikan kisah cinta pertama penuh emosi.

Adaptasi Webtoon Populer Bertema Cinta Pertama

Every Day We Are diadaptasi dari webtoon populer berjudul sama. Ceritanya mengikuti Oh Ho Su (Lee Chae Min), seorang remaja laki-laki yang secara impulsif menyatakan perasaan cintanya kepada sahabat masa kecilnya, Han Yeo Wool (Kim Sae Ron), tepat sehari sebelum mereka masuk SMA.

Pengakuan cinta yang disertai ciuman mendadak justru memicu konflik. Yeo Wool merasa terkejut dan tersinggung, hingga memilih mengakhiri persahabatan mereka. Keadaan menjadi semakin canggung ketika keduanya kembali bertemu di hari pertama sekolah menengah atas—bahkan berada di kelas yang sama.

Potret Relatable Cinta Remaja Usia 17 Tahun

Film ini mengangkat dinamika cinta pertama yang dekat dengan realitas remaja: rasa penasaran, emosi yang membingungkan, hingga luka akibat hubungan persahabatan yang berubah. Seiring berjalannya waktu, Ho Su dan Yeo Wool perlahan menyadari perasaan masing-masing, membawa penonton bernostalgia pada pengalaman cinta remaja yang manis namun menyakitkan.

Tagline pada poster, “Apakah cinta pertama benar-benar tidak pernah menjadi kenyataan?”, semakin menegaskan nuansa emosional yang menjadi kekuatan utama film ini.

Debut Film Lee Chae Min dan Karya Terakhir Kim Sae Ron


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini