SINOPSIS Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? Angkat Relasi Ayah dan Anak, Siap Tayang Usai Lebaran 2026

SINOPSIS Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? Angkat Relasi Ayah dan Anak, Siap Tayang Usai Lebaran 2026

Genre drama keluarga kembali mencuri perhatian di awal 2026. Rumah produksi Five Elements Pictures resmi mengumumkan film layar lebar terbarunya berjudul Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?, yang diadaptasi dari novel best seller karya Khoirul Trian. Film ini mengangkat isu hubungan ayah dan anak dengan pendekatan yang dekat dengan realitas banyak keluarga di Indonesia.

Berangkat dari fenomena fatherless yang kerap muncul di masyarakat, film ini berupaya membuka sudut pandang baru tentang sosok ayah yang sering dianggap dingin, jauh, atau kurang hadir secara emosional. Padahal, di balik sikap pendiam dan keterbatasan ekspresi, terdapat perjuangan dan pengorbanan besar demi menjaga keutuhan keluarga.

Adaptasi Novel yang Menyentuh Banyak Generasi

Diadaptasi dari buku yang telah menyentuh pembaca lintas usia, versi film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? tetap mempertahankan kekuatan utama ceritanya, yakni sudut pandang anak-anak dalam memaknai peran ayah di tengah konflik keluarga.

Cerita berfokus pada Dira dan Darin, kakak beradik yang tumbuh dalam keluarga dengan dinamika internal yang kompleks. Kondisi tersebut memaksa keduanya untuk cepat dewasa dan menanggung beban emosional yang seharusnya belum mereka pikul. Melalui perjalanan mereka, penonton diajak memahami bahwa kasih sayang ayah kerap hadir dalam bentuk yang sunyi dan tanpa banyak kata.

Langkah Perdana Five Elements Pictures ke Bioskop

Film ini menjadi debut Five Elements Pictures di ranah film layar lebar. Dalam produksinya, rumah produksi ini bekerja sama dengan IFI Sinema, A&Z Films, dan Leo Pictures. Kolaborasi tersebut menandai keseriusan mereka menghadirkan film keluarga yang tak sekadar menghibur, tetapi juga memiliki relevansi sosial.

Proyek ini pertama kali diperkenalkan kepada publik melalui acara Book Talk dan Project Launching di Gramedia Jalma pada Januari 2026. Sejak awal, film ini diposisikan sebagai ruang refleksi untuk meninjau kembali hubungan orang tua dan anak, khususnya peran ayah yang kerap luput dari sorotan.

Kursi sutradara dipercayakan kepada Kuntz Agus, sineas yang dikenal lewat film-film bertema keluarga dan remaja seperti Galaksi, Dear Nathan: Thank You Salma, serta Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah. Dalam proyek ini, ia memilih pendekatan visual yang hangat dan intim untuk menampilkan potret keluarga secara apa adanya.

Deretan Pemeran dan Harapan Besar


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini