REVIEW Teman Tegar Maira, Dongeng Persahabatan Anak yang Menyuarakan Alam Papua

REVIEW Teman Tegar Maira, Dongeng Persahabatan Anak yang Menyuarakan Alam Papua

Teman Tegar Maira hadir sebagai tontonan keluarga yang hangat sekaligus sarat makna. Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026, film anak arahan sutradara Anggi Frisca ini tidak sekadar menyuguhkan petualangan ringan, tetapi juga membawa pesan kuat tentang persahabatan, keberanian, serta pentingnya menjaga alam—khususnya hutan Papua.

Sebagai perluasan semesta kisah Tegar (2022), film ini mengambil pendekatan yang lebih puitis dan reflektif. Alam tidak lagi berfungsi sebatas latar visual, melainkan menjadi elemen naratif penting yang “hidup” dan ikut berbicara dalam cerita.

Persahabatan dari Dua Dunia yang Berbeda

Cerita berfokus pada Tegar, bocah asal Bandung yang melakukan perjalanan ke Papua bersama pengasuhnya, Teh Isy. Rasa ingin tahunya terhadap burung cendrawasih serta kisah-kisah tentang hutan yang pernah diceritakan mendiang kakeknya menjadi alasan utama perjalanan ini.

Di Papua, Tegar bertemu Maira, gadis 12 tahun dari masyarakat adat yang hidup menyatu dengan alam. Perjumpaan dua anak dengan latar belakang berbeda ini perlahan tumbuh menjadi persahabatan yang tulus. Karakter Maira yang ceria dan lugas berpadu dengan Tegar yang kalem dan reflektif, menciptakan dinamika yang hangat dan menyentuh.

Awalnya, petualangan mereka dipenuhi rasa kagum terhadap keindahan alam. Namun seiring waktu, keduanya menyadari bahwa hutan tempat Maira tinggal tengah menghadapi ancaman serius.

Isu Lingkungan dalam Balutan Cerita Anak


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini