Review Film Rajah (2026): Teror Spiritual Jawa yang Sarat Makna
Film Rajah menjadi salah satu horor Indonesia paling mencuri perhatian pada akhir Februari 2026. Disutradarai oleh R. Jiwo Kusumo dan diproduksi oleh Eight Sense Films, film berdurasi 108 menit ini menghadirkan teror supranatural yang berakar kuat pada budaya Jawa. Tayang mulai 26 Februari 2026 dengan rating 17+, Rajah tidak sekadar mengandalkan jump scare, tetapi membangun atmosfer mencekam lewat pendekatan spiritual dan filosofi leluhur.
Cerita berpusat pada Nilam (Angel Lisandi Putri) dan Cakra (Panji Zoni), dua sosok dengan karakter bertolak belakang. Nilam berpikir rasional dan menjunjung logika, sementara Cakra lebih intuitif namun menyimpan kegelisahan batin. Kehidupan mereka berubah ketika gangguan gaib mulai muncul, mulai dari mimpi buruk berkepanjangan, bisikan misterius, hingga luka fisik tanpa sebab jelas.
Ketegangan meningkat saat mereka bertemu Malawangsa (Samuel Rizal) dan Birsha (Aditya Zoni), dua tokoh yang memahami lebih dalam asal-usul teror tersebut. Kehadiran Tribuana (Ditha Samantha), pelatih tari tradisional Jawa, menjadi kunci dalam mengurai misteri yang disebut sebagai “Petaka Zaman Edan”. Konsep ini menggambarkan malapetaka spiritual akibat manusia melampaui batas moral dan melupakan nilai-nilai leluhur.
Kekuatan utama film ini terletak pada eksplorasi budaya Jawa yang terasa autentik. Unsur tembang macapat, alunan gamelan, hingga referensi karya R. Ng. Ronggawarsito memperkaya dimensi spiritual cerita. Adegan ritual dan tarian tradisional dikemas dengan sinematografi yang indah, memadukan lanskap alam eksotis dan pencahayaan temaram yang menciptakan suasana wingit.
Dari sisi akting, Samuel Rizal tampil dominan dengan aura misterius yang kuat. Angel Lisandi Putri dan Panji Zoni mampu membangun emosi ketakutan dan keraguan secara meyakinkan, meski beberapa dialog awal terasa sedikit kaku. Secara teknis, visual film tertata rapi dengan efek horor yang digunakan secara proporsional.
Meski tempo cerita sempat melambat di bagian tengah, Rajah tetap berhasil menyajikan pengalaman horor yang berbeda. Film ini menegaskan bahwa kengerian terbesar bukan hanya makhluk gaib, melainkan keserakahan dan hilangnya keseimbangan manusia. Dengan kedalaman tema dan sentuhan budaya yang kuat, Rajah layak menjadi tontonan bagi penikmat horor yang mencari makna lebih dari sekadar rasa takut.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Cilacap – Tim SAR Cilacap melaksanakan evakuasi…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pertumbuhan pengguna mobil listrik di…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Universitas Paramadina melalui The Lead Institute menggelar…
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menyatakan telah menyiapkan…
NYALANUSANTARA, Banyumas - Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Magelang - Pencarian terhadap dua penambang pasir…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk…
NYALANUSANTARA, Semarang - Sebagai bagian dari persiapan Angkutan…
NYALANUSANTARA, Ungaran – Perlindungan kekayaan intelektual (KI) tidak…
NYALANUSANTARA, Semarang - Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia…
Komentar