Review Film Shaka Oh Shaka: Romansa Idol dan Penggemar yang Tampil Lebih Realistis

Review Film Shaka Oh Shaka: Romansa Idol dan Penggemar yang Tampil Lebih Realistis

CINEMA XXI

Film Shaka Oh Shaka menjadi salah satu adaptasi novel populer yang hadir meramaikan perfilman Indonesia tahun ini. Diproduksi oleh Starvision dan tayang mulai 7 Mei 2026, film ini langsung menarik perhatian penonton muda, khususnya penggemar kisah romance bertema idol dan fans.

Disutradarai Dinna Jasanti, film ini tidak hanya menawarkan kisah cinta manis ala remaja, tetapi juga menghadirkan drama hubungan yang lebih emosional dan realistis. Penonton diajak melihat bagaimana sebuah hubungan dapat tumbuh perlahan, berubah seiring waktu, hingga akhirnya runtuh karena keadaan dan pilihan hidup.

Kisah Cinta Idol dan Fans yang Tidak Sekadar Fantasi

Cerita berfokus pada Oxtella Ardialova atau Ocel, mahasiswi yang sejak lama mengidolakan musisi terkenal bernama Shaka Antares. Karakter Ocel diperankan Arla Ailani, sementara Shaka dimainkan Kiesha Alvaro.

Pertemuan keduanya terjadi secara tidak sengaja dan perlahan berkembang menjadi hubungan yang semakin dekat. Namun, popularitas Shaka sebagai musisi mulai memengaruhi komunikasi dan kedekatan mereka. Hubungan yang awalnya terasa manis perlahan diuji oleh kesibukan, tekanan dunia hiburan, hingga perubahan prioritas hidup.

Hal yang membuat Shaka Oh Shaka terasa berbeda adalah cara ceritanya dibangun secara perlahan. Film ini tidak menghadirkan romansa instan, melainkan memperlihatkan perjalanan hubungan Ocel dan Shaka selama 15 tahun, mulai dari jatuh cinta, menikmati kebersamaan, menghadapi konflik, hingga kehilangan satu sama lain.

Pendekatan tersebut membuat film terasa lebih dewasa dibanding banyak adaptasi Wattpad lain yang biasanya terlalu fokus pada fantasi romantis.

Adaptasi Wattpad yang Lebih Membumi

Di tangan Dinna Jasanti, novel karya Jocelyn Suherman berhasil diadaptasi menjadi drama yang terasa lebih natural dan emosional.

Film ini memang tetap menyajikan sisi romantis, tetapi tidak berlebihan. Interaksi antara Ocel dan Shaka terasa realistis karena memperlihatkan bagaimana tekanan pekerjaan, perbedaan tujuan hidup, hingga kehadiran orang ketiga dapat perlahan merusak hubungan.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini