Review Semua Akan Baik-Baik Saja: Drama Keluarga yang Hangat dan Relatable

Review  Semua Akan Baik-Baik Saja: Drama Keluarga yang Hangat dan Relatable

CINEPOLIS

Film drama keluarga Indonesia kembali menghadirkan karya emosional lewat “Semua Akan Baik-Baik Saja”, film terbaru garapan Baim Wong. Di tengah banyaknya film drama keluarga yang tayang tahun ini, film ini berhasil tampil berbeda karena menghadirkan cerita sederhana yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Cerita berpusat pada Langit yang diperankan Reza Rahadian. Ia hidup sederhana di kawasan rumah susun pinggir rel kereta hingga hidupnya berubah setelah sang kakak meninggal dunia dan meninggalkan tiga anak.

Sejak saat itu, Langit harus mengambil tanggung jawab besar sebagai sosok pengganti orang tua bagi para keponakannya. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan hubungan keluarga yang tidak selalu harmonis, ia berusaha tetap bertahan meski hidup terasa semakin berat.

Kekuatan utama film ini ada pada pendekatan ceritanya yang realistis. Film tidak mencoba menghadirkan konflik berlebihan, melainkan memperlihatkan keseharian keluarga sederhana dengan segala persoalannya. Mulai dari sulitnya mencari nafkah, hubungan keluarga yang renggang, hingga rasa lelah menjadi orang dewasa ditampilkan secara natural.

Suasana rumah susun, gang sempit, dan kawasan pinggir rel kereta juga membuat film terasa lebih hidup dan autentik. Penonton seperti diajak benar-benar masuk ke kehidupan masyarakat urban kelas menengah ke bawah yang jarang ditampilkan secara jujur di layar lebar Indonesia.

Selain cerita yang kuat, “Semua Akan Baik-Baik Saja” juga diperkuat deretan aktor dan aktris papan atas. Christine Hakim tampil hangat dan emosional sebagai Ibu Wida, sementara Raihaanun dan Teuku Rifnu Wikana berhasil membangun dinamika keluarga yang terasa nyata.

Namun salah satu penampilan paling mencuri perhatian datang dari Rahmatullah Nan Alim. Karakternya yang merupakan penyandang Down Syndrome tampil begitu natural dan menyentuh, bahkan menjadi sumber emosi kuat di beberapa adegan penting.

Film ini juga tidak sepenuhnya dipenuhi kesedihan. Baim Wong menyisipkan humor ringan yang terasa alami melalui interaksi antar karakter. Candaan sederhana tersebut justru membuat suasana film terasa lebih realistis dan hangat.

Secara keseluruhan, “Semua Akan Baik-Baik Saja” bukan film yang mengandalkan kemewahan visual atau plot besar penuh kejutan. Film ini justru menang lewat kesederhanaan cerita, kualitas akting, dan emosi yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.

Bagi penonton yang menyukai drama keluarga realistis dengan pesan tentang kehilangan, tanggung jawab, dan perjuangan hidup, film ini layak menjadi salah satu tontonan terbaik di bioskop tahun 2026.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini