Review Masters of the Universe: Nostalgia He-Man yang Penuh Warna dan Menghibur
CINEPOLIS
Setelah puluhan tahun menjadi bagian dari budaya populer dunia, Masters of the Universe akhirnya kembali hadir dalam versi layar lebar yang lebih modern. Diproduksi oleh Amazon MGM Studios dan Sony Pictures, film ini berupaya memperkenalkan kembali dunia Eternia kepada generasi baru tanpa melupakan penggemar yang tumbuh bersama He-Man pada era 1980-an dan 1990-an.
Di bawah arahan sutradara Travis Knight, film ini tampil sebagai petualangan fantasi yang ringan, penuh aksi, humor, dan sentuhan nostalgia. Hasilnya adalah sebuah tontonan yang mampu menghadirkan kenangan bagi penggemar lama sekaligus menjadi gerbang yang ramah bagi penonton yang baru mengenal kisah He-Man dan para penghuni Eternia.
Kisah Klasik yang Tetap Menarik
Dari sisi cerita, Masters of the Universe tidak berusaha menjadi film yang rumit atau revolusioner. Konflik utama tetap berpusat pada perjuangan Pangeran Adam dalam menerima takdirnya sebagai He-Man dan upayanya merebut kembali Eternia dari kekuasaan Skeletor.
Kisah dimulai ketika Adam telah lama hidup di Bumi setelah terpisah dari dunia asalnya. Kehidupannya berubah ketika Sword of Power kembali muncul dan memaksanya kembali ke Eternia yang kini berada dalam cengkeraman musuh bebuyutannya.
Meski alurnya cukup mudah ditebak, kesederhanaan tersebut justru menjadi salah satu kekuatan film. Penonton dapat menikmati petualangan tanpa harus memahami mitologi yang terlalu kompleks atau cerita yang berlapis-lapis. Film memilih fokus pada hiburan yang mudah dinikmati berbagai kalangan.
Durasi yang relatif panjang memang membuat beberapa bagian terasa sedikit lambat. Beberapa adegan emosional juga tidak selalu berhasil memberikan dampak yang kuat. Namun secara keseluruhan, ritme film tetap mampu menjaga perhatian penonton hingga akhir.
Humor Menjadi Daya Tarik Utama
Salah satu aspek yang paling menonjol dalam film ini adalah penggunaan humor yang konsisten. Travis Knight tampaknya memahami bahwa dunia He-Man memiliki banyak elemen unik yang akan terasa janggal jika diperlakukan terlalu serius.
Alih-alih mengikuti tren film superhero yang cenderung gelap dan serius, Masters of the Universe tampil cerah, santai, dan tidak ragu menertawakan dirinya sendiri. Banyak adegan yang sengaja dibuat ringan dan kadang absurd, tetapi justru berhasil menciptakan hiburan yang menyenangkan.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Brebes – Sektor peternakan di Kabupaten Brebes,…
Pemprov Jateng Bangun Tanggul Laut Hibrida di Pesisir, Siapkan Kawasan Pantura Sambut Giant Sea Wall
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Spekulasi mengenai musik Awarapan 2 akhirnya terjawab.…
NYALANUSANTARA, Wonosobo– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten…
Film Spirit yang dibintangi Prabhas dan Triptii Dimri…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Bantul– Upaya pencarian korban tenggelam di kawasan…
NYALANUSANTARA, Tegal– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ketua Komisi B DPRD Kota…
NYALANUSANTARA. Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah…

Komentar