ULASAN Obsession, Horor Psikologis yang Mengubah Cinta Menjadi Teror Mencekam

ULASAN Obsession, Horor Psikologis yang Mengubah Cinta Menjadi Teror Mencekam

CINEPOLIS

Film horor modern kini tidak lagi hanya mengandalkan kemunculan hantu atau adegan penuh darah untuk menakut-nakuti penonton. Banyak sineas memilih menghadirkan ketakutan yang terasa lebih dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Pendekatan itulah yang menjadi kekuatan utama Obsession, film horor psikologis karya sutradara muda Curry Barker yang tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Setelah mendapat perhatian sejak pemutaran perdananya di sejumlah festival film internasional, Obsession akhirnya resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 26 Juni 2026. Film ini menawarkan pengalaman horor yang berbeda dengan mengangkat tema hubungan toxic, obsesi cinta, dan rasa memiliki yang berubah menjadi mimpi buruk.

Berawal dari Cinta yang Tak Terbalas

Cerita berfokus pada Bear, seorang pegawai toko musik yang diam-diam menyimpan perasaan terhadap rekan kerjanya, Nikki. Bear dikenal sebagai pribadi pendiam dan canggung yang kesulitan mengungkapkan isi hatinya secara langsung.

Karena terlalu lama memendam perasaan, Bear memilih jalan yang tidak biasa. Ia menggunakan benda misterius bernama One Wish Willow, sebuah objek supranatural yang dipercaya mampu mengabulkan satu permintaan.

Dengan harapan cintanya terwujud, Bear meminta agar Nikki mencintainya melebihi apa pun di dunia. Awalnya keinginan tersebut tampak berjalan sempurna. Nikki mendadak menjadi sangat perhatian dan selalu ingin berada di dekat Bear.

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Perlahan, perilaku Nikki berubah menjadi semakin tidak wajar. Ia menjadi sangat posesif, emosional, dan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Dari sinilah kisah yang semula tampak romantis berubah menjadi perjalanan psikologis yang mencekam.

Ketegangan yang Dibangun Secara Perlahan

Salah satu keunggulan Obsession terletak pada cara film membangun rasa takut. Curry Barker tidak mengandalkan banyak adegan jumpscare untuk mengejutkan penonton. Sebaliknya, ketegangan muncul secara perlahan melalui situasi yang terasa semakin tidak nyaman dan salah.

Penonton diajak menyaksikan bagaimana hubungan Bear dan Nikki berubah menjadi semakin destruktif. Ketakutan yang muncul bukan hanya berasal dari unsur supranatural, tetapi juga dari gambaran hubungan yang kehilangan batas sehat dan perlahan menghancurkan kedua pihak.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini