Review Film Petaka Gunung Welirang: Perpaduan Horor, Folklore, dan Drama Persahabatan

Review Film Petaka Gunung Welirang: Perpaduan Horor, Folklore, dan Drama Persahabatan

CINEMA XXI

Film horor bertema pendakian gunung masih menjadi salah satu genre yang diminati penonton Indonesia. Melanjutkan tren tersebut, Starvision menghadirkan Petaka Gunung Welirang, film garapan sutradara Indra Gunawan dengan naskah karya Upi yang terinspirasi dari kisah nyata di Gunung Welirang, Jawa Timur.

Cerita mengikuti perjalanan lima sahabat yang mendaki Gunung Welirang untuk merayakan kelulusan. Suasana penuh keceriaan berubah mencekam ketika mereka memasuki kawasan Alas Lali Jiwo menjelang Malam 1 Suro. Berbagai kejadian mistis mulai menghantui, mulai dari suara gamelan, sosok-sosok gaib, hingga kemunculan Sang Ratu yang dipercaya sebagai penguasa alam gaib di kawasan tersebut.

Berbeda dari film horor yang mengandalkan jumpscare, Petaka Gunung Welirang lebih menonjolkan drama persahabatan dan perjuangan bertahan hidup. Konflik antartokoh dibangun dengan cukup kuat sehingga emosi para karakter terasa lebih dekat dengan penonton.

Dari sisi visual, panorama Gunung Welirang disajikan melalui sinematografi yang memikat, sementara unsur folklore Jawa memperkuat nuansa misteri. Penampilan Antonio Blanco Jr, Giulio Parengkuan, dan Alika Jantinia juga menjadi salah satu kekuatan film ini berkat chemistry yang natural.

Meski atmosfer horornya belum sepenuhnya maksimal dan eksplorasi mitologinya masih terasa kurang mendalam, Petaka Gunung Welirang tetap menjadi tontonan menarik bagi penikmat horor lokal yang menyukai perpaduan cerita mistis, drama emosional, dan petualangan survival.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini