Review Film Dua Nafas: Drama Keluarga Sarat Makna tentang Kasih Sayang Nenek dan Cucu

Review Film Dua Nafas: Drama Keluarga Sarat Makna tentang Kasih Sayang Nenek dan Cucu

CINEPOLIS

Di tengah dominasi film horor dan laga di bioskop Indonesia, Dua Nafas hadir sebagai drama keluarga yang menyentuh. Film garapan sutradara Hasto Broto ini mengangkat kisah sederhana tentang ikatan emosional antara seorang nenek dan cucunya, yang tumbuh melalui perhatian, kesabaran, dan pengorbanan.

Tayang mulai 2 Juli 2026, film berdurasi 93 menit ini mengikuti perjalanan Anto, seorang anak yang harus tinggal bersama neneknya, Mariyam, di sebuah desa setelah dititipkan oleh sang ibu. Perubahan lingkungan membuat Anto kesulitan beradaptasi, terlebih Mariyam merupakan penyandang disabilitas tuli dan bisu. Namun, seiring waktu, hubungan keduanya berkembang menjadi ikatan yang hangat dan penuh kasih.

Salah satu kekuatan utama Dua Nafas terletak pada penyampaian emosinya yang mengalir alami tanpa dramatisasi berlebihan. Penampilan Aty Cancer sebagai Mariyam tampil memukau dengan ekspresi yang mampu menyampaikan kasih sayang tanpa banyak dialog. Sementara Auzan Noh Karepesina berhasil menggambarkan proses pendewasaan Anto secara meyakinkan.

Puncak cerita menghadirkan momen haru ketika Anto yang telah dewasa kembali ke desa untuk berterima kasih kepada sang nenek, tetapi harus menerima kenyataan bahwa Mariyam telah tiada. Dengan pesan tentang pentingnya menghargai keluarga selagi masih bersama, Dua Nafas menjadi tontonan yang hangat, emosional, dan layak dinikmati bersama keluarga.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini