SINOPSIS Seni Merayu Tuhan, Angkat Kisah Penyesalan, Keluarga, dan Perjalanan Spiritual
CINEMA XXI
Film drama religi Seni Merayu Tuhan dijadwalkan menghiasi layar bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Diproduksi Wahana Kreator, film ini merupakan adaptasi dari buku karya Habib Husein Ja'far Al Hadar atau Habib Jafar yang mengangkat tema keluarga, kehilangan, dan pencarian makna hidup.
Melalui kisah yang dekat dengan realitas generasi muda, film ini mengajak penonton mengikuti perjalanan emosional seorang pemuda yang perlahan menemukan kembali arti keluarga dan kedekatan dengan Tuhan setelah kehilangan sosok yang paling berharga dalam hidupnya.
Cerita berpusat pada Hikmah, yang diperankan Ari Irham. Ia digambarkan sebagai anak muda yang lebih menikmati kebersamaan dengan teman-teman dan kekasihnya, Sophia, yang diperankan Lutesha. Kesibukan menjalani kehidupan bebas membuat Hikmah semakin menjauh dari keluarganya, terutama sang ibu yang diperankan Rieke Diah Pitaloka.
Hubungan ibu dan anak tersebut digambarkan semakin renggang. Hikmah kerap mengabaikan pesan maupun panggilan telepon dari ibunya. Bahkan, ia mulai meninggalkan nilai-nilai agama yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya. Salah satu adegan dalam trailer memperlihatkan sikap acuh Hikmah saat diajak menunaikan salat Jumat, menjadi simbol bahwa dirinya tengah kehilangan arah dalam hidup.
Segalanya berubah ketika sang ibu meninggal dunia. Kepergian orang yang paling menyayanginya menjadi titik balik yang memunculkan penyesalan mendalam. Dari peristiwa itulah Hikmah memulai perjalanan batin untuk memahami kembali arti keluarga, memaknai kehidupan, dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan Tuhan.
Habib Jafar tidak hanya bertindak sebagai penulis karya asli, tetapi juga terlibat aktif dalam proses adaptasi film. Ia mengawal penyusunan skenario sejak tahap awal agar pesan-pesan yang terkandung dalam bukunya tetap terjaga. Bahkan, naskah film disebut mengalami hingga 14 kali penyempurnaan sebelum akhirnya memasuki proses produksi.
Menurut Habib Jafar, Seni Merayu Tuhan dihadirkan bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima, khususnya oleh kalangan muda, tanpa terkesan menggurui.
Film ini juga menjadi debut penyutradaraan Cesa David Luckmansyah. Sosok yang selama ini dikenal sebagai editor film dan peraih tiga Piala Citra Festival Film Indonesia tersebut mengaku memiliki kedekatan emosional dengan kisah Hikmah sehingga terdorong menerjemahkannya ke layar lebar melalui pendekatan yang lebih personal.
Selain Ari Irham, Lutesha, dan Rieke Diah Pitaloka, film ini turut dibintangi Teuku Ryzki, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, Alfie Alfiandy, serta Habib Jafar. Ari Irham menilai karakter Hikmah sangat relevan dengan pengalaman banyak anak muda yang tengah mencari jati diri dan belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Untuk memperkuat suasana emosional, Seni Merayu Tuhan juga menghadirkan deretan lagu dari musisi ternama seperti Kunto Aji, Adhitia Sofyan, Donne Maula, dan That's Rockefeller sebagai soundtrack film.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan…
NYALANUSANTARA, Jakarta -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan…
NYALANUSANTARA, Surakarta - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh…
Genre horor Indonesia kembali menghadirkan warna baru melalui…
Film horor Asia kembali menyapa penonton Indonesia melalui…
NYALANUSANTARA, Banyumas – Kementerian Hukum melalui Kanwil Kemenkum…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Samsung dikabarkan akan menaikkan harga lini ponsel…
NYALANUSANTARA, JEPARA- Asus resmi memperkenalkan Vivobook 14 dan Vivobook…
NYALANUSANTARA, KENDAL- Dell resmi memperkenalkan jajaran workstation terbaru Dell…
NYALAUSANTARA, BLORA- Samsung dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran seri tablet…
Film I, Nobody resmi tayang di bioskop pada…
Komentar