Review Film Sihir Tanah Kubur: Horor Bernuansa Mitos Lokal dengan Konflik Keluarga yang Kuat
CINEPOLIS
Industri film horor Indonesia kembali menghadirkan karya bertema budaya lokal melalui Sihir Tanah Kubur. Diproduksi MVP Pictures dan disutradarai JeroPoint, film yang tayang di bioskop mulai 23 Juli 2026 ini memadukan horor supranatural, drama keluarga, dan kepercayaan masyarakat dalam balutan cerita yang menegangkan.
Dengan durasi sekitar 86 menit, Sihir Tanah Kubur tidak hanya mengandalkan kemunculan makhluk gaib, tetapi juga membangun ketegangan lewat konflik keluarga dan misteri yang perlahan terungkap.
Sinopsis
Cerita berfokus pada Yusuf (Ariyo Wahab), seorang ustaz yang dihormati warga desa. Kehidupannya berubah setelah sang ibu meninggal dunia dan adiknya, Ashar (Revaldo), memutuskan memindahkan makam sang ibu demi memenuhi sebuah wasiat misterius.
Keputusan tersebut justru memicu serangkaian peristiwa mengerikan. Makam kosong yang kemudian dikenal sebagai Makam Wurung dipercaya membawa kutukan. Sejak saat itu, desa diteror berbagai kejadian ganjil, mulai dari kerasukan, kematian misterius, hingga fitnah yang memecah hubungan antarwarga.
Di tengah kekacauan tersebut, Gema (Kiesha Alvaro) dan Naya (Adzwa Aurell) ikut terseret dalam rahasia besar keluarga mereka. Sedikit demi sedikit, masa lalu yang selama ini disembunyikan mulai terungkap dan menghadirkan ancaman yang jauh lebih berbahaya daripada gangguan makhluk halus.
Atmosfer Horor yang Dibangun Perlahan
Salah satu keunggulan Sihir Tanah Kubur terletak pada kemampuannya membangun atmosfer mencekam secara bertahap. JeroPoint tidak terlalu bergantung pada jump scare, melainkan menciptakan rasa takut melalui suasana desa yang sunyi, area pemakaman yang penuh misteri, serta pencahayaan minim yang memperkuat kesan kelam.
Tata suara juga menjadi elemen penting dalam membangun ketegangan. Bisikan, dentuman musik, dan efek audio ditempatkan secara efektif sehingga membuat suasana semakin menegangkan tanpa terasa berlebihan.
Konflik Keluarga Menjadi Kekuatan Cerita
Editor: Lulu
Terkini
Surabaya – Kementerian Hukum mulai menguji pendekatan baru…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat sektor…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama DPRD Kabupaten…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong peningkatan…
NYALANUSANTARA, Purbalingga– Kesempatan besar datang bagi Aimar Nahsif…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Sebanyak 32 anggota Pramuka Penggalang Kabupaten…
NYALANUSANTARA, Slawi– Di tengah tantangan kenaikan biaya produksi…
NYALANUSANTARA, Cilacap– Dampak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)…
NYALANUSANTARA, Semarang- Persoalan sampah di Jawa Tengah membutuhkan…
NYALANUSANTARA, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai membuka…

Komentar