Review Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Drama Keluarga Penuh Haru tentang Pengorbanan Ibu dan Arti Penyesalan
CINEMA XXI
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali menjadi salah satu film drama Indonesia yang mulai tayang di bioskop pada 30 Juli 2026. Disutradarai oleh Muhammad Amrul Ummami, film produksi FMM Studios bersama Langit Pictures ini hadir sebagai alternatif di tengah ramainya film horor dan aksi dengan menyuguhkan kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mengangkat tema hubungan ibu dan anak, perjuangan hidup, hingga penyesalan, film ini menawarkan cerita emosional yang mengajak penonton merenungkan pentingnya menghargai waktu bersama orang-orang tercinta.
Sinopsis
Cerita berfokus pada Dinar, seorang mahasiswi yang menjalani kehidupan sederhana bersama ibunya setelah sang ayah meninggalkan berbagai persoalan keluarga. Selain harus memikirkan biaya kuliah, Dinar juga menghadapi tekanan ekonomi dan utang keluarga yang semakin membebani kehidupan mereka.
Tanpa diketahui putrinya, Mama Endang ternyata mengidap kanker. Demi menjaga semangat Dinar untuk tetap mengejar pendidikan, ia memilih menyembunyikan penyakitnya sekaligus memendam kesulitan yang dialaminya.
Di tengah situasi tersebut, Dinar bertemu Faiz yang menjadi tempat berbagi cerita sekaligus membawa secercah harapan dalam hidupnya. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama ketika kebutuhan biaya pengobatan, pendidikan, dan kondisi ekonomi keluarga semakin mendesak.
Konflik semakin memuncak saat Firman menawarkan bantuan dengan syarat tertentu. Tawaran tersebut memaksa Dinar menghadapi pilihan sulit yang berpotensi mengubah masa depannya.
Akting Davina Karamoy Menjadi Daya Tarik Utama
Penampilan Davina Karamoy sebagai Dinar menjadi salah satu kekuatan terbesar film ini. Ia berhasil memerankan sosok perempuan muda yang rapuh, tetapi tetap berusaha tegar menghadapi berbagai cobaan hidup.
Ekspresi, bahasa tubuh, hingga penyampaian emosinya terasa natural sehingga penonton mudah larut dalam setiap pergulatan yang dialami karakternya. Transformasi penampilannya dengan gaya rambut berponi juga membuat karakter Dinar terlihat sederhana dan sesuai dengan latar belakang kehidupannya.
Beberapa adegan emosional bahkan mampu menyampaikan kesedihan tanpa banyak dialog, memperlihatkan kematangan akting Davina dalam membangun suasana.
Chemistry Para Pemeran Terasa Meyakinkan
Farhan Rasyid yang memerankan Faiz tampil tenang dan mampu menjadi penyeimbang karakter Dinar. Hubungan keduanya berkembang secara alami sehingga menghadirkan chemistry yang terasa hangat dan realistis.
Film ini tidak selalu mengandalkan dialog panjang untuk membangun hubungan antar tokoh. Tatapan mata, ekspresi wajah, dan gestur sederhana justru menjadi media utama untuk menyampaikan rasa cinta, harapan, kehilangan, hingga penyesalan.
Sementara itu, Bismo Satrio sebagai Firman berhasil menghadirkan konflik baru yang memengaruhi perjalanan hidup Dinar. Penampilan Vonny Anggraini sebagai Mama Endang juga menjadi salah satu sumber emosi terbesar dalam film berkat penggambaran sosok ibu yang rela berkorban demi kebahagiaan anaknya.
Drama yang Dekat dengan Kehidupan
Salah satu kelebihan Andai Waktu Bisa Diulang Kembali adalah cerita yang terasa sangat relevan dengan realitas. Film ini mengangkat persoalan ekonomi keluarga, biaya pendidikan, penyakit orang tua, hingga dilema dalam mengambil keputusan demi orang yang dicintai.
Konflik yang dihadirkan memang tidak rumit, tetapi justru terasa membumi sehingga mudah dipahami dan membangun empati penonton. Alurnya mengalir dengan sederhana, namun mampu menjaga intensitas emosi hingga akhir cerita.
Verdict
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali merupakan drama keluarga yang mengandalkan kekuatan cerita dan akting para pemainnya. Film ini memang tidak menawarkan kejutan besar atau konflik yang kompleks, tetapi berhasil menyampaikan pesan tentang kasih sayang keluarga, pengorbanan seorang ibu, dan pentingnya menghargai waktu bersama orang-orang terdekat.
Akting Davina Karamoy menjadi nilai jual utama yang didukung chemistry solid dengan Farhan Rasyid serta penampilan emosional Vonny Anggraini. Perpaduan tersebut membuat film ini mampu menghadirkan pengalaman menonton yang hangat sekaligus menguras air mata.
Bagi penikmat drama keluarga yang sarat makna, Andai Waktu Bisa Diulang Kembali layak masuk dalam daftar tontonan. Film ini meninggalkan pengingat bahwa waktu tidak dapat diputar kembali, sehingga setiap momen bersama orang tercinta adalah hal yang patut dihargai sebelum penyesalan datang.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – PT Angkasa Pura Indonesia melalui…
NYALANUSANTARA, Semarang - Satlantas Polrestabes Semarang bersama Dinas…
NYALANUSANTARA, Semarang – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Polres Semarang mengungkap kasus tindak…
NYALANUSANTARA, Ungaran - Aksi penjambretan terjadi di Jalan…
NYALANUSANTARA, Ungaran -- Kebakaran lahan terjadi di area…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Hyundai i30 Sedan generasi terbaru dipastikan hadir…
Semarang – Kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota…
NYALANUSANTARA, Karimunjawa — Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani…
NYALANUSANTARA, Jakarta – Telkomsel meluncurkan Halo Optima, evolusi…
NYALANUSANTARA, Semarang - Warga yang berolahraga di Lapangan…

Komentar