Review Film Perumahan Laddaland: Ketika Rumah Impian Berubah Menjadi Sumber Teror
ISTIMEWA
Sementara itu, Anantya Kirana dan Shakeel Fauzi memberikan perspektif berbeda melalui karakter anak-anak Tommy yang memiliki pengalaman masing-masing terhadap lingkungan baru mereka.
Penggambaran Perumahan Masih Kurang Meyakinkan
Salah satu kelemahan film justru terletak pada lokasi yang menjadi pusat cerita.
Sebagai film yang menjadikan sebuah kompleks hunian sebagai bagian penting dari narasi, Perumahan Laddaland seharusnya mampu membangun dunia perumahan yang terasa lebih hidup dan realistis.
Kompleks tersebut memang terlihat besar dan mewah, tetapi beberapa detail terasa kurang meyakinkan jika ditempatkan dalam konteks Indonesia. Sistem keamanan, misalnya, terasa terlalu sederhana untuk kawasan yang digambarkan sebagai perumahan elite.
Detail semacam ini mungkin terlihat kecil, tetapi berpengaruh terhadap imersi penonton. Ketika sebuah film membangun cerita berdasarkan lingkungan modern, penonton perlu merasa bahwa dunia tersebut benar-benar masuk akal.
Padahal, persoalan rumah sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. KPR, tekanan ekonomi, kebutuhan memberikan tempat tinggal yang lebih baik kepada keluarga, hingga ambisi memiliki rumah impian sebenarnya bisa menjadi fondasi kuat untuk membuat remake ini terasa lebih lokal.
Masih Terlalu Bergantung pada Versi Thailand
Sebagai remake, mempertahankan sejumlah elemen dari Ladda Land tentu bukan masalah. Bahkan, beberapa kemiripan dapat menjadi bentuk penghormatan terhadap film aslinya.
Namun, sejumlah bagian terasa belum mendapatkan penyesuaian konteks yang cukup.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Ungaran- Kabupaten Banyumas berhasil meraih juara umum…
Semarang — Sebanyak 1.000 peserta mengikuti DOSS Photolympic…
NYALANUSANTARA, SEMARANG- Maxim resmi menghadirkan layanan BikeXL di Semarang…
NYALANUSANTARA, KLATEN- Maxim menyalurkan santunan penggantian biaya pengobatan sebesar…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- UniPin, platform penyedia layanan produk digital, resmi…
Semarang — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memperkuat…
Semarang — Lebih dari 3.000 peserta mengikuti Semarang…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)…
NYALANNUSANTARA, YOGYAKARTA- Festival Pesta Boneka 2026 yang diinisiasi Papermoon…
NYALANUSANTARA, Kendal – Kabupaten Kendal memiliki potensi untuk…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Serangan yang menyasar Bandara Internasional Raja Khalid…

Komentar