Review Film Mojoku Hilang!: Kisah Cinta dan Kampung Halaman di Balik Pencarian Sapi Maskot
CINEMA XXI
Film Malaysia Mojoku Hilang! berangkat dari premis unik tentang seekor sapi maskot perusahaan yang diculik oleh warga desa. Di tangan sutradara Lim Siu Min, kisah tersebut kemudian berkembang menjadi komedi romantis yang mengangkat persoalan cinta, kehidupan desa, hingga pilihan antara karier dan kampung halaman.
Cerita berpusat pada Adi (Adipati Dolken), seorang karyawan Moo Magic, perusahaan peternakan yang bermarkas di Kuala Lumpur. Sebagai pekerja yang ambisius, Adi terbiasa mengejar target dan menempatkan urusan pekerjaan sebagai prioritas utama.
Situasi berubah ketika Mojo, sapi yang menjadi maskot sekaligus wajah promosi Moo Magic, diculik oleh warga sebuah desa di Perlis. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan masyarakat terhadap rencana perusahaan memperluas usaha sekaligus mengambil alih lahan mereka.
Perusahaan kemudian mengirim Adi untuk menemukan Mojo dan meyakinkan warga agar bersedia menjual tanah. Demi menjalankan tugas tersebut, Adi menyamar sebagai penduduk desa menggunakan nama Adam.
Namun, semakin lama tinggal di desa, rencana yang awalnya sederhana justru menjadi semakin rumit.
Pertemuan Adi dan Ayu Jadi Pusat Cerita
Di desa tersebut, Adi berkenalan dengan Ayu (Mimi Lana), perempuan lokal yang memiliki sikap tegas dan menjadi salah satu orang yang paling vokal menolak rencana ekspansi Moo Magic.
Kedekatan keduanya berkembang secara perlahan. Film tidak langsung menjadikan hubungan mereka sebagai kisah cinta instan. Interaksi melalui aktivitas sehari-hari, percakapan sederhana, hingga tumbuhnya rasa saling percaya menjadi dasar hubungan Adi dan Ayu.
Adipati Dolken mampu menghadirkan karakter Adi sebagai pria yang mengalami konflik antara tuntutan pekerjaan dan perubahan pandangan mengenai kehidupan. Kemampuannya menggunakan bahasa Melayu juga menjadi salah satu daya tarik, meski sejumlah dialog terkadang masih terdengar kurang luwes.
Mimi Lana pun tampil cukup kuat sebagai Ayu. Karakternya tidak hanya digambarkan keras dalam mempertahankan kampung, tetapi juga memiliki sisi hangat serta kepedulian terhadap masa depan masyarakat di sekitarnya.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – Grebeg Subali 2026 kembali digelar…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menggelar Rapat…
NYALANUSANTARA, Serang – Kementerian Hukum (Kemenkum) kembali melibatkan…
Semarang — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI…
NALANUSANTARA, Pati- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespon…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Rumput laut yang dipanen dari perairan…
NYALANUSANTARA, Semarang— Pollux Hotels Group memperluas jejaring kemitraan…
Semarang - Kanwil Kemenkum Jateng turut berpartisipasi dalam…
NYALANUSANTARA, Semarang – Universitas Diponegoro (UNDIP) meluncurkan Smart…
NYALANUSANTARA, Keerom – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam…
Semarang – Kota Semarang akan menyambut peserta Musabaqah…

Komentar