Review Irumudi: Ravi Teja Tampil Berbeda sebagai Ayah dalam Drama Aksi Penuh Emosi

Review Irumudi: Ravi Teja Tampil Berbeda sebagai Ayah dalam Drama Aksi Penuh Emosi

ISTIMEWA

Film-film Ravi Teja selama ini identik dengan formula hiburan komersial yang memadukan romansa, aksi, komedi, emosi, serta karakter utama yang enerjik. Namun, Shiva Nirvana mencoba menghadirkan sisi berbeda dari sang aktor melalui Irumudi, dengan memasukkan unsur devosi kepada Dewa Ayyappa dan ikatan emosional antara ayah serta anak perempuan.

Diproduksi oleh Mythri Movie Makers, film bergenre aksi-drama tersebut dibintangi Ravi Teja, Priya Bhavani Shankar, Baby Nakshathra, Sai Kumar, Ramesh Indira, dan Swasika. Irumudi mulai tayang di bioskop pada 21 Agustus 2026.

Lantas, apakah pendekatan berbeda ini mampu membawa Ravi Teja kembali menghasilkan film yang sukses?

Kisah Ayah dan Putri

Cerita berpusat pada Trinadh yang hidup sederhana bersama istrinya, Kaveri, dan putri mereka, Manemma, di Desa Polluru. Ia mengelola perkebunan pisang seluas dua hektare untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Trinadh memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Guruswamy, sosok yang mengenalkannya kepada ajaran dan perjalanan spiritual menuju Sabarimala. Ia meyakini kelahiran putrinya merupakan anugerah dari Dewa Ayyappa. Karena itu, Trinadh rutin menjalani Deeksha Ayyappa dan berziarah ke Sabarimala setiap tahun.

Bagi Trinadh, Mani adalah pusat kehidupannya. Ia bahkan berhenti mengonsumsi minuman keras setelah berjanji kepada putrinya. Hubungan keduanya semakin erat karena Trinadh selalu menanyakan bagaimana hari yang dijalani Mani dan apa saja yang dialaminya di sekolah.

Kebiasaan tersebut membuat Mani merasa aman untuk menceritakan berbagai hal kepada ayahnya tanpa rasa takut.

Situasi mulai berubah ketika Dhanalakshmi, seorang guru yang terkenal tegas, bergabung dengan sekolah tempat Mani belajar. Pada saat yang sama, desa tersebut mulai menghadapi berbagai persoalan akibat ulah sejumlah orang yang mengganggu dan mengancam anak-anak perempuan.

Di jalur yang biasa dilalui para siswa menuju sekolah terdapat Desa Donkarayi. Tempat tersebut dikenal karena ulah sekelompok pria yang kerap mengganggu para gadis.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini