ULASAN By Any Means: Ketika FBI Menggandeng Mafia untuk Memburu Ku Klux Klan

ULASAN By Any Means: Ketika FBI Menggandeng Mafia untuk Memburu Ku Klux Klan

CINEPOLIS

Film By Any Means (2026) membawa penonton ke Mississippi pada 1966, periode penuh gejolak dalam sejarah perjuangan hak sipil Amerika Serikat. Disutradarai Elegance Bratton, film ini menggabungkan thriller kriminal, investigasi, persoalan rasisme, serta dilema moral yang terinspirasi dari peristiwa nyata.

Cerita berpusat pada Wayne Strider yang diperankan Yahya Abdul-Mateen II, seorang agen FBI muda yang mendapat tugas mengusut serangkaian pembunuhan terhadap aktivis hak sipil. Penyelidikan tersebut kemudian mengarah pada kelompok supremasi kulit putih dan Ku Klux Klan yang memiliki pengaruh besar di kawasan tersebut.

Upaya mengungkap kasus ternyata tidak mudah. Jalur investigasi dan prosedur hukum yang biasa digunakan FBI menemui jalan buntu karena kuatnya jaringan tersebut. Strider akhirnya mengambil keputusan kontroversial dengan meminta bantuan Gregory Scarpa Sr., seorang mafia yang diperankan Mark Wahlberg dan dikenal menggunakan cara-cara intimidatif untuk mendapatkan informasi.

Ketika Penegakan Hukum Berhadapan dengan Kekerasan

Pertemuan Strider dan Scarpa menjadi inti konflik dalam By Any Means. Keduanya memiliki pendekatan yang bertolak belakang dalam menghadapi kejahatan.

Strider masih berpegang pada hukum, tetapi perlahan menyadari bahwa sistem yang dipercayainya tidak selalu mampu memberikan keadilan. Sementara Scarpa tidak terikat oleh aturan dan prosedur. Ia lebih mengutamakan hasil, bahkan jika harus menggunakan ancaman maupun kekerasan.

Perbedaan karakter tersebut membuat hubungan keduanya menarik untuk diikuti. Yahya Abdul-Mateen II dan Mark Wahlberg menjadi pusat perhatian sepanjang film. Namun, perkembangan karakter Strider pada bagian awal terasa cukup lambat sehingga sosoknya sebagai agen FBI belum langsung terlihat kuat.

Sebaliknya, kehadiran Scarpa membuat alur penyelidikan bergerak lebih cepat. Sejumlah perkembangan penting dalam kasus mulai muncul setelah ia terlibat secara lebih jauh. Kondisi tersebut membuat porsi Scarpa dan metode brutalnya terasa cukup dominan.

Thriller Slow Burn dengan Nuansa Mississippi 1960-an

By Any Means tidak langsung menyajikan aksi intens sejak awal. Film ini menggunakan pendekatan slow burn untuk membangun atmosfer, konflik sosial, serta ketegangan rasial yang menjadi latar utama cerita.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini