Review Film Munafik: Melawan Iblis, Horor Religi dengan Nuansa Indonesia

Review Film Munafik: Melawan Iblis, Horor Religi dengan Nuansa Indonesia

CINEMA XXI

Munafik: Melawan Iblis menjadi salah satu film horor religi Indonesia yang mencuri perhatian pada 2026. Film ini merupakan adaptasi resmi dari film Malaysia Munafik (2016), tetapi ceritanya disesuaikan dengan latar sosial dan budaya Indonesia.

Disutradarai Guntur Soeharjanto, film ini menghadirkan Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, dan Nova Eliza sebagai pemeran.

Cerita berpusat pada Adam (Arya Saloka), seorang ustaz sekaligus praktisi ruqyah yang mengalami trauma setelah kecelakaan tragis menewaskan istrinya, Aini. Peristiwa tersebut membuat Adam meninggalkan praktik ruqyah dan berusaha menjauh dari dunia yang sebelumnya ia tekuni.

Namun, Adam kembali berhadapan dengan hal-hal gaib ketika diminta membantu Fitri (Acha Septriasa), seorang perawat yang mengalami gangguan supernatural. Atas permintaan Anwar (Dimas Aditya), Adam perlahan kembali menjalani praktik ruqyah.

Gangguan yang dialami Fitri ternyata jauh lebih kompleks daripada kerasukan biasa. Upaya Adam mencari penyebabnya justru membawanya pada berbagai misteri dan rahasia kelam yang melibatkan orang-orang di sekitarnya.

Atmosfer Pedesaan Perkuat Teror

Salah satu kekuatan film ini terletak pada keberhasilannya membawa formula horor religi dari versi Malaysia ke dalam konteks Indonesia. Praktik ruqyah, kehidupan masyarakat desa, serta kepercayaan terhadap gangguan gaib terasa lebih dekat dengan kultur lokal.

Pemilihan Pacitan sebagai latar juga memberikan atmosfer yang mendukung. Suasana pedesaan, rumah-rumah warga, lanskap alam, dan kesunyian lingkungan membuat teror terasa lebih alami.

Film ini pun tidak hanya mengandalkan adegan jumpscare. Ritual ruqyah menjadi salah satu sumber ketegangan utama karena Adam harus menghadapi kondisi Fitri yang semakin sulit dikendalikan.

Meski demikian, kekuatan tersebut mulai berkurang ketika cerita memasuki bagian akhir. Munculnya terlalu banyak karakter dan konflik tambahan membuat alur menjadi lebih rumit. Misteri yang pada awalnya terasa sederhana berkembang menjadi cerita dengan terlalu banyak cabang.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini