Review Film Bapakmu Kiper: Drama Ayah-Anak dan Kocaknya Sepak Bola Tarkam
ISTIMEWA
Bapakmu Kiper menghadirkan cerita tentang sepak bola antarkampung atau tarkam yang dipadukan dengan konflik keluarga, humor, dan perjuangan mengejar cita-cita. Film arahan Ody C. Harahap ini menawarkan hiburan ringan dengan konsep yang cukup segar, meski sejumlah potensi cerita masih belum digarap secara maksimal.
Film produksi Entelekey Sinema Indonesia tersebut mulai tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026. Dengan durasi sekitar 90 menit, Bapakmu Kiper menggabungkan unsur drama keluarga, komedi, dan olahraga melalui kehidupan masyarakat yang dekat dengan budaya sepak bola akar rumput.
Konflik Ayah dan Anak di Dunia Sepak Bola Tarkam
Cerita berpusat pada Ronaldhino Sujatmiko atau Dino (Ali Fikry), seorang remaja yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional. Namun, keinginannya tersebut harus berhadapan dengan hubungan yang renggang dengan sang ayah, Warto (Fedi Nuril).
Warto merupakan mantan pemain tarkam yang kini menjalani kehidupan sederhana sebagai penjual ikan. Hubungan keduanya memburuk akibat persoalan masa lalu keluarga. Dino bahkan menyimpan keyakinan bahwa ayahnya memiliki kaitan dengan kematian ibunya.
Harapan Dino untuk mengubah masa depannya muncul melalui Tarkam Super Cup. Turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk menarik perhatian pencari bakat. Akan tetapi, persoalan muncul ketika tim Dino, Serigala Sakti, direbut oleh pihak lain menjelang pertandingan penting.
Kondisi tersebut membuat Warto kembali terlibat. Ia mengumpulkan sejumlah rekan lamanya yang sudah berusia tidak muda lagi untuk membentuk tim dan membantu Dino menghadapi kompetisi.
Sepak bola dalam film ini akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai arena pertandingan. Lapangan menjadi tempat bagi Warto dan Dino untuk menghadapi luka masa lalu sekaligus membuka kesempatan memperbaiki hubungan mereka.
Chemistry Fedi Nuril dan Ali Fikry
Salah satu kekuatan utama Bapakmu Kiper berada pada interaksi antara Warto dan Dino. Chemistry Fedi Nuril dan Ali Fikry terasa cukup natural sehingga konflik ayah dan anak tersebut mudah diikuti.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Karanganyar – Kanwil Kemenkum Jateng melakukan koordinasi…
NYALANUSANTARA, Semarang - Universitas BPD Jateng mencatat kenaikan…
NYALANUSANTARA, Jakarta – Kanwil Kemenkum Jateng mengikuti Forum…
NYALANUSANTARA, Rembang – Kanwil Kemenkum Jateng melalui tim…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng bersama dengan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menjajaki penguatan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Pemerintah Kota Semarang menghadirkan Sistem…
NYALANUSANTARA, Ungaran– Sejarah pendidikan Indonesia tidak hanya berkisah…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Semarang – Satpol PP Kota Semarang menyegel…
NYALANUSANTARA, Semarang - Festival Bukit Jatiwayang 2026, yang…

Komentar