ULASAN All Wishes Come True! Tawarkan Perpaduan Mitologi Tiongkok dan Aksi Heist

ULASAN All Wishes Come True! Tawarkan Perpaduan Mitologi Tiongkok dan Aksi Heist

ISTIMEWA

Film animasi Tiongkok All Wishes Come True! menghadirkan konsep yang cukup berbeda dengan menggabungkan unsur mitologi klasik, komedi, kung fu, dan cerita perampokan. Film yang ditulis sekaligus disutradarai Mu Zhengyang ini mengadaptasi legenda Delapan Dewa atau Eight Immortals dalam kemasan modern yang dipenuhi aksi dan kejutan.

Cerita bermula ketika Lentera Yu-Xu, benda sakral yang diyakini mampu menghentikan Doomsmite, menghilang. Bencana besar tersebut disebut datang setiap seribu tahun dan mengancam kehidupan umat manusia. Lü Dongbin kemudian pergi ke Penglai, dunia fantasi tempat manusia dan dewa hidup berdampingan, untuk mencari lentera tersebut.

Membentuk Tim untuk Membobol Brankas Abadi

Setibanya di Penglai, Lü Dongbin bertemu Zhongli Quan, mantan saudara seperguruannya yang kini menjalani kehidupan sebagai pencuri. Keduanya kemudian menyusun rencana untuk mencuri Lentera Yu-Xu dari Brankas Abadi yang dijaga ketat oleh para dewa.

Untuk menjalankan aksi tersebut, mereka merekrut enam orang lainnya, yakni He Xiangu, Li Tieguai, Han Xiangzi, Cao Guojiu, Lan Caihe, dan Zhang Guolao. Delapan karakter dengan latar belakang berbeda itu harus bekerja sama menyusup ke lokasi yang selama ini hanya dapat diakses oleh makhluk abadi.

Formula tersebut menjadi salah satu keunikan All Wishes Come True!. Film ini menghadirkan nuansa seperti film heist modern, dengan proses perekrutan anggota tim, penyusunan strategi, penyamaran, serta berbagai rencana yang tidak selalu berjalan mulus.

Meski demikian, konsep perampokan yang ditawarkan belum sepenuhnya digarap secara kompleks. Sejumlah bagian justru terasa sederhana dan membuat beberapa karakter belum memperoleh kesempatan yang cukup untuk memperlihatkan kemampuan khusus mereka.

Dunia Penglai Jadi Daya Tarik Utama

Dari sisi visual, All Wishes Come True! menjadi salah satu film animasi yang cukup menonjol. Penglai digambarkan sebagai dunia penuh warna yang menggabungkan elemen tradisional Tiongkok dengan teknologi futuristik.

Berbagai lokasi seperti istana para dewa, kendaraan menyerupai mobil terbang, terowongan bercahaya neon, hingga sistem pengabulan doa berbasis teknologi membuat dunia film terasa unik. Perpaduan tersebut memang terlihat tidak biasa, tetapi justru memberikan identitas tersendiri bagi Penglai.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini