SINOPSIS Warga Rusun 609 Hadirkan Teror Hantu dan Konflik Penggusuran

SINOPSIS Warga Rusun 609 Hadirkan Teror Hantu dan Konflik Penggusuran

CINEPOLIS

Film horor komedi Warga Rusun 609 membawa kisah teror arwah ke lingkungan rumah susun dengan menggabungkan unsur supranatural dan persoalan sosial. Diadaptasi dari film Thailand Buppah Rahtree, film ini menghadirkan cerita yang telah disesuaikan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kisahnya mengikuti Arka (Morgan Oey), mahasiswa populer yang memiliki masa lalu dengan Bunga (Ranty Maria). Hubungan mereka berakhir tragis setelah sebuah taruhan menghancurkan kisah cinta keduanya. Setelah meninggal dunia, arwah Bunga menetap di kamar 609 dan mulai meneror para penghuni rusun.

Namun, kehadiran Bunga bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi warga. Mereka juga tengah menghadapi ancaman relokasi yang membuat penghuni harus berjuang mempertahankan tempat tinggal. Situasi tersebut menciptakan konflik unik antara warga yang menolak digusur dan arwah yang tidak ingin meninggalkan rusun.

Adaptasi Buppah Rahtree dengan Sentuhan Lokal

Warga Rusun 609 merupakan adaptasi lokal dari Buppah Rahtree, film horor komedi Thailand yang dirilis pada 2003. Meski mengambil inspirasi dari film tersebut, proyek ini dikembangkan kembali dengan menyesuaikan cerita dan karakter dengan kondisi Indonesia.

Produser Sunil Samtani menyebut proyek ini lebih tepat dipandang sebagai reboot. Sementara itu, penulis skenario Upi memperluas cerita dengan menghadirkan dinamika kehidupan para penghuni rusun, termasuk interaksi, perdebatan, gosip, hingga berbagai reaksi mereka ketika menghadapi teror Bunga.

Unsur komedi menjadi salah satu bagian penting dalam cerita. Kepanikan warga, keberanian yang dibuat-buat, hingga usaha mencari bantuan orang pintar menjadi sumber kelucuan di tengah suasana horor.

Morgan Oey dan Ranty Maria Jadi Pemeran Utama

Morgan Oey memerankan Arka, sosok yang memiliki hubungan masa lalu dengan Bunga. Sementara itu, Ranty Maria tampil sebagai Bunga, arwah yang masih menyimpan persoalan yang belum terselesaikan setelah kematiannya.

Film ini juga menghadirkan Gita Bhebhita sebagai Ibu Damai yang berusaha membela warga menghadapi ancaman relokasi. Adzana Ashel berperan sebagai Mila, sedangkan Tanta Ginting memerankan Pak Terang.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini