SINOPSIS Hope Hadirkan Teror Makhluk Misterius di Desa Terpencil

SINOPSIS Hope Hadirkan Teror Makhluk Misterius di Desa Terpencil

CINEMA XXI

Setelah satu dekade tidak menggarap film panjang, sutradara Na Hong-jin kembali melalui Hope. Film terbaru sutradara The Wailing (2016) ini menggabungkan unsur thriller, horor, fiksi ilmiah, misteri, dan aksi dalam kisah tentang teror makhluk misterius di sebuah desa terpencil.

Hope menjadi salah satu film Korea Selatan yang mendapat perhatian sepanjang 2026. Film tersebut lebih dulu diputar di Festival Film Cannes pada 17 Mei 2026, sebelum dirilis di Korea Selatan pada Juli. Sementara di Indonesia, Hope mulai tayang di bioskop pada 9 September 2026.

Sinopsis Film Hope

Cerita berpusat di Hopo Port, desa pelabuhan terpencil yang berada di sekitar Zona Demiliterisasi atau DMZ. Situasi warga yang awalnya tenang berubah setelah muncul sosok misterius di sekitar wilayah tersebut.

Kemunculan makhluk itu sempat dikaitkan dengan keberadaan harimau setelah warga menemukan bangkai hewan dengan luka yang tidak lazim. Namun, penyelidikan kemudian mengungkap bahwa ancaman yang mereka hadapi jauh lebih mengerikan.

Beom-seok (Hwang Jung-min), kepala polisi setempat, berusaha mengungkap misteri tersebut. Ia dibantu Sung-ki (Zo In-sung), seorang pemburu yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya, serta Sung-ae (Jung Ho-yeon), polisi muda yang turut menjaga keselamatan warga.

Teror semakin meningkat setelah sejumlah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Situasi menjadi semakin sulit karena bantuan dari luar desa terbatas. Sebagian personel sedang dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan.

Ketika komunikasi dengan dunia luar terputus, warga Hopo Port terpaksa bertahan menggunakan sumber daya yang tersedia. Mereka akhirnya menyadari bahwa sosok yang selama ini dianggap sebagai predator ternyata merupakan ancaman dari jenis yang sama sekali berbeda.

Comeback Na Hong-jin Setelah 10 Tahun

Hope menjadi film panjang terbaru Na Hong-jin setelah The Wailing. Sebelumnya, ia dikenal melalui The Chaser dan The Yellow Sea, dua film yang memperkuat reputasinya sebagai sutradara dengan kemampuan membangun atmosfer tegang.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini