SINOPSIS Film Istimewa Angkat Kisah Anak Disabilitas Mengejar Sosok Ayah

SINOPSIS Film Istimewa Angkat Kisah Anak Disabilitas Mengejar Sosok Ayah

ISTIMEWA

Film Istimewa menghadirkan cerita tentang mimpi, persahabatan, keluarga, dan keberanian anak-anak penyandang disabilitas. Diproduksi Kairos Pictures, film garapan Ruben Adrian ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.

Film tersebut sebelumnya menggelar gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta, pada Senin (7/9/2026). Istimewa diproduseri Abdullah Mansuri atau Ayah Mans dan terinspirasi dari kehidupan komunitas Rumah Manis Istimewa.

Perjalanan Mencari Sosok Ayah

Istimewa bercerita tentang sekelompok anak yang tumbuh bersama di Rumah Istimewa di bawah pengasuhan Pak Mahendra. Bagi mereka, Pak Mahendra bukan sekadar pengasuh, tetapi sudah dianggap sebagai sosok ayah yang memberikan kasih sayang, perlindungan, dan rasa aman.

Kehidupan mereka berubah ketika Pak Mahendra tiba-tiba pergi setelah dinyatakan mengidap kanker. Kehilangan sosok yang sangat berarti membuat anak-anak tersebut memutuskan meninggalkan Rumah Istimewa untuk mencari keberadaan Pak Mahendra.

Dalam perjalanan, mereka bertemu dengan berbagai orang dan menghadapi sejumlah situasi yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan. Pengalaman tersebut membuat mereka memahami lebih dalam makna persahabatan, keluarga, kasih sayang, serta keberanian.

Tidak Sekadar Mengangkat Disabilitas

Sutradara Ruben Adrian mengatakan dirinya sejak awal tidak ingin karakter dalam Istimewa hanya dipandang berdasarkan kondisi disabilitas yang mereka miliki.

Menurut Ruben, setiap karakter merupakan manusia dengan keinginan, pilihan, humor, mimpi, dan kisah hidup masing-masing. Karena itu, cerita film tidak hanya berfokus pada keterbatasan fisik, tetapi juga mengangkat hubungan keluarga, persahabatan, cinta, kepercayaan, dan kebebasan dalam menentukan pilihan hidup.

Penerimaan terhadap penyandang disabilitas juga menjadi salah satu pesan penting dalam film. Niatus Sholihah, pemeran Nita, menilai penerimaan bukan berarti memberikan rasa kasihan, melainkan memberikan ruang dan kepercayaan agar seseorang dapat menunjukkan dirinya serta menentukan pilihan hidupnya sendiri.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini