Ulasan Memburu Pemangsa: Potensi Thriller Kriminal yang Terdistraksi Horor Supernatural

Ulasan Memburu Pemangsa: Potensi Thriller Kriminal yang Terdistraksi Horor Supernatural

ISTIMEWA

Film terbaru karya sutradara Umay Shahab, Memburu Pemangsa, hadir dengan premis yang menjanjikan. Mengangkat isu sensitif mengenai penculikan dan pembunuhan anak, film ini menyatukan empat jurnalis perempuan dalam satu misi berbahaya: membongkar identitas seorang predator manusia. Namun, di tengah tensi investigasi yang mulai memikat, narasi film justru terdorong ke arah horor supernatural.

Fondasi Investigasi Empat Jurnalis

Cerita berpusat pada empat jurnalis dengan dinamika karakter yang beragam: Agnes (Laura Basuki), Cia (Prilly Latuconsina), Brina (Taskya Namya), dan Anya (Yasamin Jasem). Bersama Petra (Andri Mashadi), seorang polisi yang juga kakak Brina, mereka berusaha memecahkan kasus hilangnya sejumlah anak yang ditemukan tewas mengenaskan. Penyelidikan tersebut akhirnya mengarah pada sosok misterius yang diperankan oleh Teuku Rifnu Wikana.

Keempat karakter utama dibekali peran yang saling melengkapi:

Brina: Menonjol dalam aksi fisik dan kemampuan bela diri.

Anya: Berfokus pada kedalaman riset data.

Cia: Berani mengambil risiko dan bertindak spontan.

Agnes: Memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kasus tersebut.

Sayangnya, potensi kerja jurnalistik yang mendalam—seperti verifikasi data, penelusuran sumber, atau dinamika lapangan—sering kali terlewatkan. Elemen investigasi kerap diselesaikan secara instan melalui kemampuan indra keenam Agnes, yang berfungsi sebagai jalan pintas naratif saat cerita menemui jalan buntu.

Pergeseran Fokus: Dari Teror Manusia ke Unsur Gaib

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini