SINOPSIS Desember Jani, Potret Dinamika Tiga Generasi

SINOPSIS Desember Jani, Potret Dinamika Tiga Generasi

ISTIMEWA

Palari Films kembali menghadirkan karya bertema keluarga lewat Desember Jani. Mengusung genre slice of life, film ini merajut dinamika hubungan emosional empat perempuan dari tiga generasi yang sarat akan gesekan, kesalahpahaman, dan beban persoalan masa lalu yang tak kunjung terurai.

Dinamika Hubungan Winnie dan Kedua Putrinya

Fokus cerita tertuju pada Winnie (Sigi Wimala), seorang ibu tunggal yang tinggal satu atap bersama ibu kandungnya, Oma (Tutie Kirana), serta putri bungsunya, Jani (Chempa Puteri). Konflik utama memuncak saat putri sulungnya, Julia (Hyori Mika), memutuskan angkat kaki dari rumah seusai berseteru hebat dengan Winnie.

Dampak kepergian Julia sangat dirasakan oleh Jani. Meski terpengaruh emosi hingga memilih tinggal bersama Oma, Jani diam-diam tetap menjalin komunikasi dengan sang kakak tanpa sepengetahuan ibunya.

Menariknya, teaser film ini menunjukkan bahwa konflik tak selalu lahir dari pertengkaran hebat. Ketegangan justru memuncak lewat peristiwa sepele sehari-hari—mulai dari sepatu yang lupa dirapikan, sisa makanan yang tak dihabiskan, hingga sikap saling bungkam. Penumpukan masalah kecil yang luput dibicarakan inilah yang merefleksikan realitas kehidupan keluarga sehari-hari.

Ruang Dialog Antara Orang Tua dan Anak

Desember Jani menghindari stereotip pihak "benar" atau "salah", melainkan memberi porsi seimbang bagi cara pandang orang tua maupun anak. Sigi Wimala menuturkan bahwa film ini hadir sebagai cermin emosional bagi penonton. Sering kali orang tua merasa paling memahami anak, padahal anak memiliki sudut pandang sendiri yang patut didengar.

Lewat jalinan relasi Winnie, Jani, Julia, dan Oma, penonton diajak menyadari bahwa wujud kasih sayang sangat beragam. Rasa cemas, rindu, gengsi, hingga naluri melindungi justru kerap menjelma menjadi jurang pemisah saat tak terkomunikasikan dengan tepat.

Kolaborasi Kreatif dan Detail Produksi

Disutradarai oleh Ariani Darmawan, film ini diproduseri oleh Meiske Taurisia dengan naskah garapan Cyntha Hariadi serta Luna Maya sebagai produser eksekutif. Dominasi peran perempuan di depan maupun belakang layar membuat Palari Films melabeli karya ini sebagai All Women Project. Atmosfer film makin hidup lewat lagu tema Kopi Kaleng ciptaan Harlan Boer yang dilantunkan langsung oleh Hyori Mika dan Chempa Puteri.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini