ULASAN Bisikan Desa Gringsing, Nuansa Folk Horror dan Kritik Sosial
ISTIMEWA
Satu lagi film horor Indonesia yang menawarkan kedalaman cerita hadir di bioskop. Garapan sutradara Ivander Tedjasukmana, Bisikan Desa Gringsing menyajikan pengalaman horor yang tak sekadar bergantung pada jumpscare, melainkan merajut misteri melalui trauma keluarga, isu kekerasan terhadap perempuan, hingga ketimpangan relasi kuasa di masyarakat terisolasi.
Misteri Terperangkap di Desa Terpencil
Alur cerita mengikuti perjalanan Hesti (Aghniny Haque) menuju Desa Gringsing untuk melacak keberadaan ayahnya, Darmono, yang menghilang secara misterius selama lebih dari seminggu. Setibanya di sana, Hesti mendapati desa tersebut terisolasi dengan aturan mistis yang mengikat: tidak ada warga yang diizinkan keluar melewati gerbang desa. Siapa pun yang nekat melanggar akan berhadapan dengan ajat maut akibat teror arwah Fatimah (Fatmah Nahdi).
Isu Sosial dan Ketimpangan Relasi Kuasa
Lebih dari sekadar mitos hantu lokal, Desa Gringsing digambarkan memiliki problematika sosial-ekonomi yang kompleks. Penghentian operasional pabrik tebu setempat memicu kemerosotan ekonomi warga, yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak luar berkuasa. Situasi ini memicu ketegangan horizontal antarsesama warga yang terdesak kebutuhan bertahan hidup.
Di samping itu, film ini mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan secara lugas. Karakternya tidak digambarkan pasif, melainkan memiliki pergolakan emosi, trauma, serta pilihan sulit yang membawa konsekuensi tersendiri.
Pendekatan Slow-Burn dan Penggunaan Teknologi
Mengusung subgenre folk horror dengan ritme slow-burn, atmosfer mencekam dibangun lewat kesunyian, ruang-ruang kosong, serta keasrian alam yang terasa ganjil. Film ini turut memanfaatkan teknologi virtual production guna menciptakan visual lingkungan desa yang kian imersif dan mendukung suasana misteri.
Meski beberapa bagian pengungkapan misteri di babak akhir terasa sedikit tergesa-gesa karena banyaknya penumpukan informasi, Bisikan Desa Gringsing tetap menjadi tontonan horor yang solid dan berlapis. Film yang tayang di bioskop Indonesia sejak 24 September 2026 ini sangat direkomendasikan bagi penonton yang menyukai narasi horor berbalut fenomena sosial.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng…
KUASAKATACOM, Ungaran - Beredar di sejumlah akun media…
NYALANUSANTARA, Semarang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi…
NYALANUSANTARA, Semarang – Unwahas Semarang kembali menorehkan langkah…
Serial web Dupahiya Musim 2 kembali menghadirkan Gajraj…
NYALANUSANTARA, Riau – Tim Pembina Samsat Nasional terus…
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menggelar Upacara Serah…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kepala Kanwil Kemenkumm Jateng, Heni…
Tegal - Kanwil Kemenkum Jateng terus mendorong penguatan…
Jakarta – Pemerintah menindaklanjuti arahan presiden untuk melakukan…
Drishyam: The Conclusion kembali melanjutkan perjalanan Vijay Salgaonkar…

Komentar