ULASAN Nikita Roy, Ketika Thriller Supernatural Kehilangan Arah di Tengah Ambisi

ULASAN Nikita Roy, Ketika Thriller Supernatural Kehilangan Arah di Tengah Ambisi

Berlatar di London, film Nikita Roy mengikuti perjuangan tokoh utamanya (diperankan oleh Sonakshi Sinha) dalam menyelidiki kematian misterius sang kakak, Sanal Roy (Arjun Rampal). Keduanya merupakan bagian dari komunitas yang bertekad membongkar mitos dan industri yang berakar pada takhayul. Penyelidikan Nikita membawanya pada sosok Amar Dev (Paresh Rawal), figur dengan aura ketuhanan yang berbahaya. Namun, perjuangan Nikita terasa sangat sepi: tidak ada dukungan nyata selain tekadnya sendiri.

Film ini patut diapresiasi karena tidak terasa menggurui atau terlalu melodramatis. Beberapa momen berhasil menciptakan ketegangan, berkat dukungan musik dan penyuntingan yang efektif. Namun, ketegangan baru terasa setelah pertengahan film, karena bagian awalnya cenderung lambat.

Sayangnya, alur film terasa tidak fokus. Dari awal yang tampak seperti misteri pembunuhan, cerita bergeser ke horor, lalu mendadak bertransformasi menjadi thriller. Perpindahan genre yang kurang mulus ini membuat narasi terasa membingungkan. Tema takhayul yang disajikan di kota London pun terasa kurang kontekstual, karena penonton India lebih akrab dengan latar pedesaan untuk isu-isu semacam itu. Jika dibandingkan dengan film seperti Bramayugam atau Tumbbad, Nikita Roy masih jauh tertinggal dalam hal atmosfer dan kedalaman cerita.

Sonakshi Sinha tampil cukup baik, meski tidak sampai meninggalkan kesan mendalam. Karakternya tak pernah benar-benar mengekspresikan emosi secara penuh, padahal kisahnya penuh tekanan dan kehilangan. Suhail Nayyar, yang berperan sebagai Jolly, terasa aneh dan kurang relevan, terutama dengan aksen Inggrisnya yang dibuat-buat. Sementara itu, Paresh Rawal tampil tanpa diberi ruang untuk mengeksplorasi kemampuannya secara maksimal. Arjun Rampal hanya muncul singkat namun tetap memikat secara visual, dan Kalliroi Tziafeta sebagai Freya berhasil mencuri perhatian meski hanya sebentar.

Secara keseluruhan, Nikita Roy punya potensi, tetapi gagal memanfaatkannya dengan maksimal. Naskah yang tidak solid membuat film ini terasa setengah matang. Cocok ditonton hanya untuk penggemar Sonakshi Sinha—itu pun mungkin cukup sekali saja.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini