Hendrik Hadirkan Turnamen Bola Voli ala China Guna Semarakkan Komunitas Desa di Jatim
NYALANUSANTARA, Jakarta- Lebih dari 1.000 warga memadati sebuah stadion terbuka yang dikelilingi oleh ladang tebu di Purwosono, sebuah desa di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, untuk menyaksikan babak final kompetisi bola voli pada Kamis (13/11) malam. Turnamen ini diinisiasi dan diselenggarakan oleh perangkat Desa Purwosono, yang terinspirasi dari ajang Liga Super Desa (Village Super League) di Provinsi Guizhou, China barat daya.
Kepala Desa Purwosono, Hendrik Dwi Martono, mengunjungi beberapa desa di China pada 2023 melalui program kepala desa untuk mempelajari pengembangan pedesaan, termasuk desa-desa di Beijing, Zhejiang, dan Anhui.
Sejak kembali ke tanah air, Hendrik tetap menunjukkan minat yang kuat terhadap praktik pengembangan pedesaan di China. Dia lantas mengetahui tentang Village Super League atau Cun Chao, yang berasal dari wilayah Rongjiang di Provinsi Guizhou, melalui media sosial dan berita lokal.
Pada 2023, Village Super League menjadi sensasi nasional di China. Sejak itu, acara ini menarik para pengunjung dari seluruh dunia dengan berbagai kegiatan seperti menenun, bordir, dan budi daya ikan di sawah.
"Village Super League sungguh luar biasa. Sangat menyenangkan menonton klub sepak bola yang mewakili desa-desa berkompetisi secara profesional. Acara ini memiliki semangat yang sangat hebat," ungkap Hendrik kepada Xinhua.
Merasa termotivasi, Hendrik kemudian menyelenggarakan kompetisi olahraga tingkat profesional untuk tim voli dari desa-desa sekitar. Dia menyebutkan bahwa turnamen ini bertujuan untuk mendorong perekonomian lokal, memberdayakan kaum muda, dan memperkuat hubungan dengan komunitas tetangga.
"Kami memilih bola voli karena olahraga ini sudah lama populer di sini, dan kami juga menggunakan format turnamen terbuka," ujar kepala desa berusia 50 tahun itu, seraya menambahkan bahwa lebih dari 30 desa berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut.
Umi Kulsum, warga setempat, termasuk di antara para pendukung yang paling antusias. Dia bersama keluarganya mengendarai sepeda motor ke stadion lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk. "Stadionnya akan semakin ramai, jadi lebih baik datang lebih awal," katanya.
Stadion dipenuhi dengan suasana meriah saat penonton bersorak untuk tim mereka. Pihak penyelenggara memperbolehkan setiap tim untuk merekrut hingga dua pemain nasional.
Umi mengusulkan agar turnamen ini dijadikan sebuah acara tahunan, dengan sistem tuan rumah bergilir di antara desa-desa. "Turnamen ini tidak hanya menghibur desa kami, tetapi juga desa-desa tetangga," sebutnya.
Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang - Warga RW 23 Perumahan Bukit…
NYALANUSANTARA, Semarang - Rangkaian perlombaan olahraga dalam rangka…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Sejarah Hari Kebangkitan Nasional bermula…
NYALANUSANTARA, Semarang - Dosen Program Studi S1- Teknik…
NYALANUSANTARA, Semarang - Suasana seru dalam setiap acara…
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menegaskan komitmennya untuk…
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng bersama Polrestabes Semarang…
NYALANUSANTARA, Kediri- Penyerang Persik Kediri, Jose Enrique, membuka…
NYALANUSANTARA, Semarang - Dalam rangka kesiapan pelayanan kegiatan…
NYALANUSANTARA, Kediri- Gustavo Almeida menjadi salah satu pemain…
NYALANUSANTARA, Semarang - Guna meningkatkan kualitas pelayanan informasi…
NYALANUSANTARA, Semarang - Di tengah perubahan besar sistem…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- SMK Muhammadiyah Karangmojo meresmikan gedung Ruang…
Komentar