Main di Stadion Sultan Agung, PSIM Bantai Malut United

Main di Stadion Sultan Agung, PSIM Bantai Malut United

Foto istimewa.

NYALANUSANTARA, Bantul— PSIM Yogyakarta akhirnya kembali ke jalur kemenangan setelah menaklukkan Malut United FC dengan skor 2-0 pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (10/5) malam.

Dua gol kemenangan Laskar Mataram dicetak Ze Valente melalui tendangan penalti pada menit ke-45+13 dan Andy Irfan lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti pada menit ke-90+5.

Hasil ini sekaligus mengulang kemenangan PSIM atas Malut United pada putaran pertama. Saat itu, PSIM juga menang 2-0 dalam laga pekan ke-4 yang digelar di Ternate.

Kemenangan tersebut terasa penting bagi PSIM. Sebelumnya, tim asuhan Jean Paul Van Gastel itu gagal meraih kemenangan dalam delapan laga beruntun. Dari delapan pertandingan tersebut, PSIM hanya mencatat tiga hasil imbang dan lima kekalahan.

Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul Van Gastel mengatakan kemenangan atas Malut United layak didapatkan oleh para pemainnya. Menurut dia, PSIM mampu tampil cukup baik meski masih memiliki sejumlah catatan, terutama dalam penyelesaian serangan.

“Kami bisa bermain cukup bagus di laga kali ini, tetapi kemudian kembali selalu kesulitan di final third. Banyak keputusan salah yang dilakukan. Tapi menurut saya, kami pantas untuk mendapatkan kemenangan ini,” kata Van Gastel seusai pertandingan.

PSIM mendapat keuntungan setelah Malut United harus bermain dengan 10 pemain. Wbeymar Angulo diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-45+11.

Menurut Van Gastel, keunggulan jumlah pemain membuat permainan PSIM menjadi lebih mudah. Namun, ia menilai timnya masih belum mampu menciptakan banyak peluang berbahaya.

“Saat lawan bermain dengan 10 orang, permainan menjadi lebih mudah, meskipun kami tidak menciptakan banyak peluang,” ujarnya.

Van Gastel menyebut kemenangan ini sudah lama dinantikan. Ia menilai PSIM sebenarnya memiliki peluang untuk meraih hasil positif pada beberapa pertandingan sebelumnya, tetapi kerap gagal memaksimalkan kesempatan.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini