Debut Bersejarah Yordania di Piala Dunia Satukan Bangsa dalam Kebanggaan dan Antusiasme
XINHUA
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Warga Yordania berkumpul pada Rabu (17/6) pagi untuk menyaksikan momen besar dalam sejarah sepak bola negara itu, ketika tim nasional sepak bola Yordania yang dikenal sebagai "Nashama" bersiap untuk debut dalam ajang Piala Dunia FIFA.
Momen yang telah lama ditunggu-tunggu ini menandai kualifikasi pertama Yordania untuk turnamen sepak bola terbesar tersebut. Prestasi ini memicu antusiasme masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjadikan sepak bola sebagai sumber kebanggaan dan persatuan nasional yang kuat.
Terlepas dari jadwal kick-off yang tidak biasa, yaitu pukul 07.00 waktu setempat, seluruh negeri sudah terjaga demi menonton pertandingan. Pemerintah Yordania bahkan menunda dimulainya jam kerja resmi hingga pukul 10.00 pada hari pertandingan agar masyarakat dapat menonton dan mendukung timnas.
Di jantung ibu kota Amman, Teater Romawi yang bersejarah diubah menjadi zona pecinta sepak bola masif. Diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda Yordania, Pemerintah Kota Amman Raya, dan Dewan Pariwisata Yordania, tangga-tangga batu kuno itu diisi oleh keluarga dan kelompok pemuda.
Bagi mereka yang berada di luar ibu kota, pemerintah telah memasang layar raksasa di empat kota olahraga dan 60 pusat pemuda di seluruh negeri.
“Partisipasi ini merupakan sebuah prestasi tersendiri,” kata analis olahraga Khaled Khatatbeh kepada Xinhua. "Terlepas dari hasilnya, warga Yordania melihat bangga negara mereka tampil di panggung sepak bola terbesar dunia. Tim ini memiliki kemampuan untuk memberikan penampilan yang kuat dan mengejutkan para rivalnya."
Bagi banyak pendukung, babak kualifikasi ini telah mengubah persepsi tentang olahraga di seluruh negeri.
"Saya menonton timnas sejak kecil dan bermimpi melihat Yordania bermain di Piala Dunia," kata Omar Al-Rawabdeh, seorang pemain sepak bola muda berusia 17 tahun dari Karak. "Sekarang mimpi itu telah menjadi kenyataan. Nashama telah menunjukkan kepada pemain muda seperti saya bahwa tidak ada yang mustahil, dan menginspirasi kami untuk mengejar ambisi kami dengan tekad dan kerja keras."
“Ini lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap warga Yordania,” ujar Ahmad Al Zoubi, seorang suporter dari Irbid. "Kami sudah bangun sebelum matahari terbit demi menonton pertandingan ini, karena kami merasa sedang menyaksikan sejarah."
Zaid Al Saeed, seorang mahasiswa, menyuarakan sentimen yang sama. "Kami tidak tidur semalaman. Melihat bendera Yordania berkibar di Piala Dunia adalah sesuatu yang dahulu hanya bisa kami impikan saat menonton tim-tim negara lain. Menang atau kalah hari ini tidak mengubah fakta bahwa sejarah telah ditulis. Nashama telah menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada yang mustahil."
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Brebes – Sektor peternakan di Kabupaten Brebes,…
Pemprov Jateng Bangun Tanggul Laut Hibrida di Pesisir, Siapkan Kawasan Pantura Sambut Giant Sea Wall
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Spekulasi mengenai musik Awarapan 2 akhirnya terjawab.…
NYALANUSANTARA, Wonosobo– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten…
Film Spirit yang dibintangi Prabhas dan Triptii Dimri…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Bantul– Upaya pencarian korban tenggelam di kawasan…
NYALANUSANTARA, Tegal– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ketua Komisi B DPRD Kota…
NYALANUSANTARA. Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah…

Komentar