Media Brasil Ramai Kritik Selecao Usai Disingkirkan Norwegia, Ancelotti Jadi Sorotan
NYALANUSANTARA, RIO DE JENEIRO- Kekalahan timnas Brasil dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik dan evaluasi dari berbagai media nasional. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri harapan Selecao untuk meraih gelar juara dunia keenam atau hexa yang telah lama dinantikan.
Harian O Globo menyebut tersingkirnya Brasil sebagai "akhir dari mimpi meraih hexa". Media tersebut menilai debut Carlo Ancelotti sebagai pelatih Brasil di ajang Piala Dunia berakhir jauh lebih cepat dari yang diharapkan, bahkan sebelum tim mampu melewati tantangan di babak perempat final yang selama beberapa edisi terakhir menjadi hambatan bagi Selecao.
O Globo juga mengingatkan bahwa Brasil terakhir kali tersingkir pada fase 16 besar terjadi pada Piala Dunia 1990 saat dikalahkan Argentina yang dipimpin Diego Maradona. Selain itu, media tersebut menyoroti catatan statistik yang kurang membanggakan, yakni penguasaan bola Brasil yang hanya mencapai 32 persen saat menghadapi Norwegia. Angka tersebut menjadi yang terendah bagi Selecao dalam pertandingan Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966.
Nada serupa disampaikan Folha de S.Paulo yang menggambarkan kegagalan Brasil sebagai berakhirnya mimpi di Piala Dunia 2026. Surat kabar itu menilai Norwegia tampil lebih efektif dan berhasil meninggalkan Selecao setelah dua gol Erling Haaland pada babak kedua memastikan kemenangan tim Skandinavia tersebut.
Media itu juga menyoroti momen emosional bagi Neymar. Menurut Folha, pertandingan melawan Norwegia kemungkinan menjadi penampilan terakhir pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil itu di Piala Dunia, mengingat usianya yang telah menginjak 34 tahun.
Meski demikian, Folha menilai Ancelotti masih layak diberi kesempatan membangun tim menuju Piala Dunia berikutnya. Mereka berpendapat pelatih asal Italia tersebut belum memiliki waktu yang cukup untuk menerapkan sepenuhnya filosofi permainan sejak ditunjuk menangani Brasil pada Mei tahun lalu.
Sementara itu, UOL melontarkan kritik yang lebih tajam terhadap Ancelotti. Media tersebut menyebut kegagalan bersama timnas Brasil sebagai salah satu hasil terburuk dalam karier pelatih yang selama ini dikenal sukses meraih berbagai gelar bergengsi di level klub Eropa.
Kolumnis UOL, Mauro Cezar Pereira, menilai kekalahan Brasil tidak terlepas dari keputusan taktis sang pelatih. Ia mengkritik strategi yang diterapkan Ancelotti, termasuk pilihan bermain tanpa berupaya menguasai jalannya pertandingan. Pereira juga menyoroti tren negatif Brasil yang selalu disingkirkan wakil Eropa dalam enam edisi Piala Dunia berturut-turut sejak 2006.
Di sisi lain, Gazeta Esportiva menilai kegagalan Bruno Guimaraes mengeksekusi penalti pada babak pertama menjadi salah satu momen krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan. Peluang emas yang terbuang tersebut dinilai membuat Brasil kehilangan momentum sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Norwegia dan mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan…
NYALANUSANTARA, Jakarta -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan…
NYALANUSANTARA, Surakarta - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh…
Genre horor Indonesia kembali menghadirkan warna baru melalui…
Film horor Asia kembali menyapa penonton Indonesia melalui…
NYALANUSANTARA, Banyumas – Kementerian Hukum melalui Kanwil Kemenkum…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Samsung dikabarkan akan menaikkan harga lini ponsel…
NYALANUSANTARA, JEPARA- Asus resmi memperkenalkan Vivobook 14 dan Vivobook…
NYALANUSANTARA, KENDAL- Dell resmi memperkenalkan jajaran workstation terbaru Dell…
NYALAUSANTARA, BLORA- Samsung dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran seri tablet…
Film I, Nobody resmi tayang di bioskop pada…
Komentar