Bukan Cuma Mesir, Berikut Deretan Pundit Dunia Ikut Bongkar "Ketimpangan" VAR di Laga Argentina vs Mesir

Bukan Cuma Mesir, Berikut Deretan Pundit Dunia Ikut Bongkar "Ketimpangan" VAR di Laga Argentina vs Mesir

NYALANUSANTARA, Jakarta- Kontroversi keputusan wasit François Letexier dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir ternyata tak hanya memicu amarah kubu Mesir. Sejumlah pundit, mantan wasit, hingga jurnalis olahraga ternama turut angkat suara, menyoroti inkonsistensi penerapan teknologi VAR yang dinilai berujung pada kemenangan kontroversial 3-2 bagi Argentina di Atlanta, Selasa (7/7) malam waktu setempat.

Pakar wasit BBC, Dale Johnson, menjadi salah satu suara paling lantang yang mengkritik keputusan Letexier. Ia menilai pembatalan gol kedua Mesir sama sekali tidak sejalan dengan cara pertandingan-pertandingan lain di turnamen ini ditangani sepanjang Piala Dunia. Menurutnya, kontak-kontak ringan semacam itu biasanya diabaikan wasit, namun kali ini justru dijadikan alasan untuk menganulir gol.

Kritik Johnson mendapat dukungan dari legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer. Shearer ikut bergabung dalam daftar pihak yang mengkritik keputusan wasit dalam laga tersebut, menyusul kontroversi yang muncul usai gol Mesir dianulir dan Tim Firaun akhirnya tersingkir meski sempat unggul dua gol.

Koresponden Sky Sports, Rob Harris, turut menyoroti cara VAR menelusuri proses terjadinya gol Mesir yang dianulir. Ia menilai keputusan tersebut memang sesuai aturan teknis, namun teknologi video semestinya tidak dirancang untuk mundur sejauh itu guna meninjau pelanggaran kecil yang terjadi di area lain lapangan dan tidak berkaitan langsung dengan fase akhir serangan.

Jurnalis kawakan Henry Winter melontarkan kritik dengan gaya satire. Ia menyebut bahwa jika VAR ditelusuri mundur satu langkah lagi dalam proses serangan Mesir, bisa saja hingga "menemukan Tutankhamun ikut terlibat di dalamnya". Winter menyayangkan keputusan tersebut karena gol yang dianulir itu sejatinya tercipta dari rangkaian serangan indah sepanjang sekitar 80 yard.

Pengamat: Wasit Kontroversial Bukan Kali Pertama
Di sisi lain, pengamat sepak bola dari Spieltag Indonesia, Adrian, menilai momen-momen kontroversial semacam ini memang lazim mewarnai gelaran Piala Dunia. Ia menyebut turnamen empat tahunan ini akan selalu melahirkan momen-momen yang tercatat dalam sejarah, baik dalam konteks positif maupun negatif. 

Adrian menambahkan bahwa nama Letexier sendiri sebenarnya telah lama dikenal kontroversial, termasuk saat memimpin laga play-off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea, di mana keputusan dua penalti yang diberikannya kepada Guinea sempat menuai kecaman keras dari publik sepak bola Tanah Air.

Meski deras kritik mengalir, sejumlah analis menegaskan bahwa secara aturan, keputusan-keputusan Letexier sebenarnya tidak menyalahi regulasi resmi VAR yang berlaku. Akun analis khusus VAR, "Archivo VAR", misalnya menjelaskan bahwa pada momen krusial jelang gol ketiga Argentina, pemain Nico González telah lebih dulu menguasai bola secara sah sebelum terjadi kontak dengan Mohamed Salah, sehingga insiden itu tak memenuhi unsur pelanggaran yang wajib ditinjau ulang.

Namun demikian, gelombang kritik dari kalangan pundit tetap menegaskan satu benang merah: konsistensi penerapan VAR menjadi sorotan utama. Suara-suara ini menambah tekanan bagi FIFA untuk mengevaluasi standar penggunaan teknologi video, di tengah desakan penyatuan interpretasi guna menjaga keadilan dan konsistensi keputusan di sisa turnamen Piala Dunia 2026.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini