Persis Solo Awali TC dengan Kemenangan Meyakinkan, Ricky Nelson: Masih Banyak PR yang Harus Diselesaikan

Persis Solo Awali TC dengan Kemenangan Meyakinkan, Ricky Nelson: Masih Banyak PR yang Harus Diselesaikan

NYALANUSANTARA, Solo- Persis Solo mengawali pemusatan latihan (training camp) menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027 dengan hasil yang menjanjikan. Bertanding melawan Dewa United FC di Dewa United Arena, Minggu (2/8/2026), Laskar Sambernyawa sukses meraih kemenangan 3-1.

Namun, hasil positif tersebut belum membuat pelatih Ricky Nelson berpuas diri. Di balik kemenangan itu, ia menilai performa tim masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam penerapan skema permainan yang selama ini diasah selama masa persiapan.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil dengan tempo tinggi. Persis berusaha mengembangkan permainan, tetapi kesulitan mengendalikan ritme pertandingan. Akibatnya, hingga turun minum kedua tim gagal mencetak gol dan babak pertama ditutup dengan skor kacamata.

Perubahan baru terlihat setelah memasuki babak kedua. Persis tampil lebih percaya diri dan mampu menguasai jalannya pertandingan. Ahmad Mujadid memecah kebuntuan sebelum Feby Eka menggandakan keunggulan Laskar Sambernyawa.

Dewa United sempat memperkecil ketertinggalan sehingga pertandingan kembali berlangsung ketat. Namun, sebuah gol bunuh diri dari kubu lawan memastikan Persis menutup laga dengan kemenangan 3-1.

Ricky Nelson mengakui hasil pertandingan tersebut menjadi modal yang baik, tetapi belum mencerminkan permainan yang diinginkan tim pelatih.

Menurutnya, selama dua pekan terakhir Persis berlatih untuk membangun karakter bermain yang dominan melalui penguasaan bola, transisi cepat, dan serangan yang terorganisasi. Akan tetapi, konsep tersebut belum berjalan sesuai rencana pada babak pertama.

"Masih banyak yang belum membuat saya puas. Kami ingin mendominasi permainan, menguasai bola, dan menekan lawan, tetapi semua itu hampir tidak terlihat di babak pertama," ujar Ricky usai pertandingan.

Ia menilai para pemain baru mulai mampu menjalankan instruksi pada paruh kedua pertandingan. Aliran bola menjadi lebih lancar, koordinasi antarlini meningkat, dan pemanfaatan ruang bermain berjalan lebih efektif sehingga Persis mampu mengendalikan pertandingan.

"Di babak kedua permainan kami jauh lebih cair. Pemain mulai memahami bagaimana bergerak di half space dan membangun kombinasi antarlini. Itu yang akhirnya membuat permainan kami berkembang," katanya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini