Timnas Indonesia Ditahan Imbang Lebanon 0-0

Timnas Indonesia Ditahan Imbang Lebanon 0-0

NYALANUSANTARA, Jakarta- Tim Nasional Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Lebanon dalam laga FIFA Matchday yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Senin malam (8/9). Meskipun mendominasi jalannya pertandingan, skuad Garuda gagal mencetak gol akibat pertahanan ketat dan disiplin tinggi dari tim tamu.

Laga ini menjadi bagian dari persiapan Indonesia menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana mereka akan menghadapi Arab Saudi dan Irak pada bulan Oktober mendatang.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Indonesia langsung tampil menyerang. Pelatih Patrick Kluivert menurunkan formasi menyerang dengan Kevin Diks dan Jay Idzes sebagai duet palang pintu pertahanan. Calvin Verdonk juga tampil fleksibel sebagai inverted full-back yang sering naik ke lini tengah untuk mendukung serangan.

Meski menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan beberapa peluang, Indonesia gagal menembus pertahanan rapat Lebanon. Serangan yang dibangun dari sisi sayap oleh Ricky Kambuaya, Dean James, dan Miliano Jonathans sering kali terhalang oleh kepadatan lini belakang lawan.

Peluang emas pertama hadir pada menit ke-35, ketika Stefano Lilipaly melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti, namun bola melambung tinggi. Dua menit kemudian, Mauro Zijlstra hampir membuka keunggulan lewat sundulan, namun bola masih melenceng.

Meski Indonesia terus melancarkan serangan, pertahanan Lebanon yang disiplin serta ketidakberuntungan membuat skor tetap 0-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Lebanon mencoba keluar dari tekanan dan mencatatkan shot on target pertama mereka pada menit ke-47 lewat Karim Darwich. Namun, tembakan tersebut berhasil diamankan oleh Emil Audero. Indonesia segera merespons melalui peluang dari Kevin Diks, tetapi penyelesaian akhir kembali menjadi kendala utama.

Pada menit ke-54, kontroversi terjadi ketika Miliano Jonathans dijatuhkan di kotak penalti, namun wasit Ko Hyung Jin asal Korea Selatan tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Keputusan tersebut memicu protes dari para pemain Indonesia dan penonton di stadion.

Pelatih Kluivert mencoba menyegarkan lini serang dengan memasukkan Thom Haye, Eliano Reijnders, Adrian Wibowo, dan Marselino Ferdinan pada menit ke-60. Perubahan ini meningkatkan intensitas tekanan ke pertahanan Lebanon, namun upaya dari Miliano, Marselino, dan sundulan Adrian Wibowo tetap tidak membuahkan hasil.

Menjelang akhir pertandingan, Indonesia hampir mencetak gol setelah pemain Lebanon, Hussein Zein, hampir melakukan gol bunuh diri akibat tekanan dari umpan silang Adrian. Pertandingan juga sempat diwarnai insiden kecil di injury time, ketika Marselino Ferdinan memprotes lemparan ke dalam Lebanon dan menendang bola ke arah lawan, yang memicu ketegangan di antara pemain.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini