RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

ISTIMEWA

Harga Minyak Dunia Melonjak, Bahlil Percepat Mandatori Bioetanol dan B50

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana mempercepat penerapan kebijakan mandatori campuran bioetanol pada bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga minyak dunia yang menembus 118 dolar AS per barel.

Menurut Bahlil, ketika harga minyak fosil melampaui 100 dolar AS per barel, penggunaan bahan bakar campuran justru menjadi lebih ekonomis. Karena itu, pemerintah mendorong kebijakan pencampuran bioetanol dengan bensin sebagai alternatif yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan penerapan BBM dengan kandungan etanol 20 persen atau E20 pada 2028 untuk menekan impor bensin. Namun, rencana tersebut berpeluang dipercepat seiring dinamika geopolitik global yang berdampak pada pasokan energi fosil.

Selain itu, pemerintah juga tengah mempertimbangkan percepatan implementasi biodiesel B50, yaitu bahan bakar campuran yang terdiri dari 50 persen solar dan 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit. Saat ini Indonesia masih menerapkan kebijakan B40, sementara B50 masih dalam tahap kajian.

Pemerintah menilai berbagai langkah tersebut penting untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mencari alternatif terbaik di tengah ketidakpastian pasokan energi dunia.

Lonjakan harga minyak global sendiri dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent dilaporkan mencapai 118 dolar AS per barel, tertinggi sejak Juni 2022.

Kenaikan harga ini terjadi setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang memicu serangkaian serangan militer di kawasan tersebut dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini