Ketahanan Energi RI Disorot, Pengamat Ekonomi Ini Ingatkan Efek Berantai
Fatih Tarusbawa - 28 Maret 2026 - EkbisNYALANUSANTARA, Jakarta- Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk risiko gangguan jalur distribusi minyak dunia. Ketahanan energi menjadi isu krusial bagi setiap negara. Perbedaan kapasitas cadangan minyak kini tidak lagi sekadar indikator teknis, tetapi menjadi ukuran nyata kesiapan menghadapi krisis.
Kesenjangan cadangan minyak antara negara anggota International Energy Agency dan negara non-anggota menunjukkan fakta keras tentang ketahanan energi global.
Pengamat ekonomi Noviardi Ferzi menilai Indonesia berada dalam posisi yang belum aman dan membutuhkan koreksi kebijakan secara serius.
Data menunjukkan cadangan operasional BBM Indonesia hanya berada di kisaran 20–25 hari konsumsi nasional, jauh di bawah standar minimum 90 hari yang direkomendasikan IEA.
Sebagai perbandingan, Jepang memiliki cadangan sekitar 200 hari, Korea Selatan di atas 200 hari, bahkan beberapa negara Eropa melampaui 300 hari. “Indonesia masih di sekitar 20 hari. Ini bukan sekadar tertinggal, tapi masuk kategori rentan,” ujar Noviardi, dalam keterangan resminya, Jumat, 27 Maret 2026.
Menurutnya, persoalan utama bukan hanya pada rendahnya angka cadangan, tetapi pada struktur ketahanan energi yang belum kuat. Indonesia masih mengandalkan stok operasional badan usaha, bukan cadangan strategis nasional seperti yang dimiliki negara maju.
“Artinya, stok kita itu berjalan, bukan disiapkan untuk krisis. Ini membuat daya tahan kita sangat terbatas saat terjadi shock global,” jelasnya.
Dengan konsumsi BBM nasional yang mencapai sekitar 82,9 juta kiloliter per tahun atau lebih dari 227 ribu kiloliter per hari, kapasitas cadangan yang hanya bertahan sekitar 20 hari menunjukkan lemahnya infrastruktur penyimpanan energi domestik.
Noviardi mengingatkan, kondisi ini berpotensi memicu efek berantai terhadap ekonomi. Ketika pasokan terganggu, harga energi akan melonjak, inflasi meningkat, daya beli masyarakat tertekan, dan beban subsidi negara ikut membengkak.
“Kalau cadangan tipis, pemerintah pasti reaktif. Dan kebijakan reaktif itu selalu mahal,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa solusi harus bersifat struktural dan tidak parsial. Pemerintah perlu menetapkan target cadangan strategis minimal 90 hari secara bertahap, mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan, serta mengurangi ketergantungan impor melalui peningkatan produksi domestik dan diversifikasi sumber pasokan.
“Ini bukan soal mampu atau tidak, tapi soal prioritas. Ketahanan energi itu fondasi stabilitas ekonomi. Kalau ini diperkuat, risiko krisis bisa ditekan,” tutupnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Ketahanan Energi RI Disorot, Pengamat Ekonomi Ini Ingatkan Efek Berantai
Ekbis 1 hari lalu
Mahasiswa Universitas Airlangga Raih Best Paper di Forum Pemimpin Muda Asia
Ekbis 1 hari lalu
Purbaya Yudhi Sadewa Setujui Efisiensi Program MBG Tanpa Kurangi Kualitas
Ekbis 1 hari lalu
Likuiditas dan Arus Mudik Lebaran 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ekbis 1 hari lalu
Mentan Pastikan Stok Beras Aman Meski Terancam El Nino
Ekbis 2 hari lalu
Terkini
Kera Gua Kreo Berpesta, Tradisi Sesaji Rewanda di Semarang Dirawat sebagai Warisan Leluhur dan Daya Tarik Wisata
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Hari ke-18 Masa Angkutan Lebaran, Daop 4 Layani Lebih Dari 1 Juta Penumpang
Ragam Nusantara 12 jam lalu
Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL, Pertegas Upaya Pemkot Semarang dalam Penanganan Sampah
Ragam Nusantara 13 jam lalu
Program Balik Rantau Gratis 2026 Fasilitasi Kelompok Rentan di Jateng
Ragam Nusantara 16 jam lalu
Gubernur Luthfi Lepas Balik Rantau Gratis 2026, Puluhan Ribu Warga Jateng Dapat Fasilitas Transportasi
Ragam Nusantara 17 jam lalu
Jateng Luncurkan Kolaborasi Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik
Ragam Nusantara 19 jam lalu
Plt. Bupati Cilacap Dorong Profesionalisme Aparatur dan Perlindungan Perempuan Anak
Ragam Nusantara 21 jam lalu
Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Brebes, Wagub Jateng: Pembangunan Huntara Segera Dikebut
Ragam Nusantara 22 jam lalu
Menteri PPPA Resmikan Ruang Bersama Indonesia di Cilacap untuk Ciptakan Lingkungan Aman Perempuan dan Anak
Ragam Nusantara 23 jam lalu
Volkswagen Taigun Facelift Siap Meluncur 9 April, Desain dan Fitur Makin Modern
Lifestyle 1 hari lalu
Ketahanan Energi RI Disorot, Pengamat Ekonomi Ini Ingatkan Efek Berantai
Ekbis 1 hari lalu