ESDM Buka Peluang Ekspor Listrik, Bahlil: Ini Urusan Negara, Bukan Sekadar Bisnis
Karso Aji - 28 Mei 2025 - EkbisNYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa peluang Indonesia mengekspor listrik ke negara-negara tetangga terbuka lebar. Namun, ia menekankan bahwa ekspor energi bukan semata urusan bisnis, melainkan kepentingan strategis yang harus dikelola negara secara langsung.
“Ekspor listrik itu sangat memungkinkan, tapi kita harus tetap menjaga kepentingan nasional dan mempererat kerja sama antarnegara,” tegas Bahlil dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Senin (26/5). Pernyataan ini disampaikan dalam peluncuran Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 milik PLN yang menjadi peta jalan pembangunan pembangkit listrik nasional dalam 10 tahun ke depan. Bahlil menegaskan bahwa skema ekspor listrik harus dikawal pemerintah sejak tahap awal. Ia tidak ingin mekanisme ekspor hanya dijalankan oleh perusahaan tanpa kerangka perjanjian antarnegara yang jelas.
“Saya sudah bilang ke Dirut PLN, jangan bicara perusahaan-perusahaan. Ini urusan negara. Kalau ada negara lain yang ingin bersahabat, mari kita bicara perjanjiannya dulu,” ujarnya. Fokus ke Energi Hijau Dalam dokumen RUPTL terbaru, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga 2034, dengan fokus utama pada energi baru terbarukan (EBT). Sekitar 70 persen dari total kapasitas baru ini akan berasal dari pembangkit EBT dan sistem penyimpanan energi.
Secara lebih rinci, 42,6 GW atau 61 persen dari target tersebut berasal dari pembangkit EBT, sementara sisanya berasal dari sistem penyimpanan energi seperti PLTA pumped storage sebesar 4,3 GW dan baterai sebesar 6 GW. “Sekarang kita arahkan bauran energi nasional ke EBT dan penyimpanan energi. Ini bukan sekadar transisi energi, tapi juga strategi kedaulatan energi jangka panjang,” pungkas Bahlil.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 23 menit lalu
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 4 jam lalu
OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan
Ekbis 1 hari lalu
OJK Perkuat Regulasi Tata Kelola dan Pengawasan Industri Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun
Ekbis 1 hari lalu
Dua BPR di Jateng Resmi Merger
Ekbis 1 hari lalu
Terkini
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 23 menit lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 44 menit lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Bocoran Xiaomi 18 Pro: Hadirkan Tombol AI dan Desain Lebih Futuristik
Tekno 2 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 2 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Ayoo Ikuti! Pemerintah akan Lelang Sukuk Negara Rp12 Triliun pada 21 April 2026
Ekbis 4 jam lalu
UNDIP Perkuat Kedaulatan Teknologi Plasma Nasional melalui “Indonesian Plasma Research Consortium”
Ilmu 4 jam lalu
Bawaslu Kota Semarang Tekankan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi Perkuat Partisipasi Masyarakat
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Lapas Perempuan Semarang Gelar Ikrar Bersama “Zero Halinar”
Ragam Nusantara 6 jam lalu