RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Mensos Gus Ipul: Anggaran Perlinsos Naik di RAPBN 2026, Fokus pada DTSEN

NYALANUSANTARA, TANGGERANG- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut anggaran perlindungan sosial (perlinsos) dalam RAPBN 2026 naik menjadi Rp 508,2 triliun. Meski demikian, ia menekankan bahwa yang terpenting bukan sekadar besaran anggaran, melainkan penyaluran yang tepat sasaran melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

DTSEN menjadi basis data terpadu yang menggabungkan DTKS, Regsosek, dan P3KE, sehingga pemerintah memiliki satu rujukan utama dalam penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan. Dengan data tunggal ini, diharapkan tidak lagi terjadi tumpang tindih maupun salah sasaran penerima.

“Selama ini tiap kementerian dan lembaga menggunakan data berbeda. Akibatnya sering tidak tepat. Dengan DTSEN, bansos dan subsidi bisa lebih terarah,” ujar Gus Ipul di Istana Negara, Minggu (17/8).

Ia menjelaskan bahwa alokasi akan menyasar kelompok masyarakat desil terbawah (1–4) atau mereka yang benar-benar membutuhkan. Meski berbasis data tunggal, sejumlah program utama tetap dipertahankan dengan jumlah penerima sama seperti tahun lalu, yakni Program Keluarga Harapan (10 juta KPM), bantuan pangan non-tunai (18,2 juta KPM), serta penerima bantuan iuran JKN (9,6 juta orang).

Menurut Gus Ipul, penggunaan DTSEN menjadi kunci dalam reformasi bantuan sosial, memastikan subsidi dan bansos lebih tepat sasaran. Hal ini juga sejalan dengan amanat Presiden untuk mengutamakan efisiensi dan akurasi dalam penggunaan anggaran.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini