Pakar UGM Jelaskan Potensi Rempah-Rempah Indonesia di Dunia Internasional
Zinur Iqro - 23 Februari 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Sleman- Indonesia sejak berabad-abad lalu, memiliki potensi sumber daya yang melimpah. Keragaman budaya dan rempah-rempah menjadi daya tarik tersendiri di mata dunia. Potensi itu perlu dikembangkan agar mampu menjadi nilai jual sekligus fondasi ketahan pangan nasional.
Topik itu diangkat oleh Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada dalam Webinar Series II Kosmopolis Rempah bertajuk “Dari Kerja Paksa hingga Bisnis Petai: Perdagangan Rempah dan Ketahanan Pangan” pada Rabu (21/2/2024).
Menurut Prof. Dr. Mustofa, Apt, MKes, jalur rempah tidak hanya sekedar jalur perdagangan dunia. Perkembangan dan pertukaran budaya, serta pengetahuan yang kita rasakan saat ini adalah hasil dari terbukanya jalur rempah tersebut.
“Kosmopolis Rempah itu dimaknai sebagai sebuah zona atau wilayah baik urban maupun suburban yang terhubung secara langsung maupun tidak langsung oleh suatu dimensi produksi, konsumsi rempah yang berkaitan dengan teknologi, ilmu pengetahuan, ekonomi, perdagangan, dan budaya sehingga membentuk suatu peradaban,” terangnya, dalam rilis UGM, Kamis (21/2).
Perdagangan rempah-rempah memiliki sejarah kelam bagi masyarakat. Pada tahun 1621, masyarakat Pulau Banda dibantai oleh pasukan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) dan dipaksa pergi dari tanah kelahiran mereka. Genosida ini dilakukan untuk menguasai sumber daya rempah yang sangat diincar oleh penduduk Eropa kala itu.
Setelah wilayah Pulau Banda kosong, VOC mendatangkan tenaga kerja Makassar, Bugis, Melayu, Jawa, Cina, Maluku, dan Buton untuk bekerja di bawah naungan mereka. Kejadian naas ini diabadikan pada Monumen Parigi Rate yang terletak di Banda Neira, Maluku. “Kebun pala di Pulau Banda itu disebut dengan perk/perken," ujar Dr. Umi Barjiah, MA dari Fakultas Ilmu Budaya UGM.
"Pemilik dari perkebunan pala disebut dengan perkenier, mereka berasal dari orang-orang Eropa yang direkrut oleh VOC untuk mengelola perkebunan di Banda. Mereka memberikan pengumuman di Eropa dan Batavia pada saat itu, dan banyak yang mendaftar, terutama veteran militer,” sambungnya.
Kala itu, kata Umi Barjiah, setidaknya terdapat 83 lahan kebun pala yang digabung atau dibeli oleh pemilik kebun pala lainnya, sehingga tersisa 34 kebun di Kepulauan Banda, 25 di Pulau Lonthor, 6 di Pulai Aij, serta 3 di Neira.
Komoditas rempah-rempah masih menjadi komoditas andalan yang diekspor Indonesia. Terbukti dengan tingginya perdagangan lada, cengkeh, pala, hingga kayu manis ke negara-negara Eropa.
Menurut ahli dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, MAgr, potensi rempah-rempah itu bisa menjadikan ketahanan pangan Indonesia lebih kuat dibanding negara lain. Berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Negara ASEAN, Indonesia masih menduduki peringkat 4 di bawah Vietnam. Padahal, dengan kondisi geografis yang menguntungkan, potensi agraria harusnya mampu mendongkrak ketahanan pangan nasional.
“Kita dalam kondisi serius, kondisi memprihatinkan. Itu menurut indeks global. Rempah-rempah ini tumbuh dengan mudah di negara tropis, perawatan dan ketahanannya juga mudah. Mudah diusahakan dengan skala kecil dan skala besar. Pangsa pasarnya itu diperkirakan ada 8,4 miliar dollar pada akhir 2028,” tutur Prof. Djagal.
Menurutnya pasar herbal dan rempah-rempah kering dunia diprediksi akan naik terus di masa depan. Peluang ini tentunya sangat menjanjikan bagi komoditas rempah Indonesia.
Tak hanya rempah-rempah, stinky beans atau kacang-kacangan dengan bau menyengat, seperti petai dan jengkol juga memiliki potensi tinggi. Tanaman petai dan jengkol tumbuh subur di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Lahan-lahan petai dan jengkol umumnya dimiliki oleh warga secara mikro dan menyebar, tidak dalam satu lahan yang besar.
“Proses produksi dan distribusi perdagangan petai ini masih kurang baik. Pengangkutan dilakukan besar-besaran, ditumpuk, untuk menghemat biaya. Padahal, kalau diperhatikan petai setelah dipanen masih melakukan respirasi, dan ini berpengaruh terhadap kualitas petai tersebut,” papar dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Supriyadi, MSc.
Webinar Kosmopolitan II ini diselenggarakan untuk mendukung adanya forum diskusi untuk memaksimalkan potensi komoditas dalam negeri. Nantinya, nilai jual komoditas tersebut mampu menopang ekonomi, bahkan menjadi kunci ketahanan pangan nasional. Sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-2, yakni tanpa kelaparan. UGM berkomitmen mendukung upaya tersebut agar tercipta masyarakat berswasembada dan berkelanjutan.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 3 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 4 jam lalu
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 1 hari lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 1 hari lalu
Rektor UNAIR Resmi Buka Airlangga Education Expo, Bekali Siswa Strategi Masuk Kampus Impian
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 3 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 4 jam lalu
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Talwiinder dan Disha Patani Resmi Umumkan Hubungan, Keluar Bergandengan Tangan di Lollapalooza India
Lifestyle 5 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Tampilan Perdana Nayanthara di Film Patriot Terungkap, Tanggal Rilis Digoda Lewat Kode Morse
Lifestyle 6 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 6 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 8 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 8 jam lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 9 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 9 jam lalu