Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
PANJI PRATAMA PUTRA - 10 Maret 2026 - VestibulaNYALANUSANTARA, JAKARTA- Universitas Paramadina melalui The Lead Institute menggelar webinar bertajuk “Islam di India: Menjadi Muslim, Seorang Wanita, dan Minoritas” pada Sabtu (7/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan 2026 “Cahaya Islam Lintas Benua” yang diselenggarakan bersama Maha Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation.
Acara dibuka dengan pengajian oleh mahasiswa filsafat Paramadina, Hasbin Najib, dan dipandu oleh peneliti The Lead Institute, Mayasintha Fransiska.
Kepala The Lead Institute, Suratno Muchoeri, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa India merupakan salah satu peradaban kuno yang telah berkembang sejak sekitar 3000 SM. Ia juga memaparkan bahwa Islam masuk ke India secara damai melalui jalur perdagangan di wilayah Pantai Malabar.
Menurutnya, bukti awal peradaban Islam di India dapat dilihat dari berdirinya Cheraman Juma Mosque di Kerala pada tahun 629 M, yang dibangun bahkan sebelum peristiwa Fathul Makkah.
Perkembangan Islam di India kemudian semakin pesat pada masa Kesultanan Delhi yang berdiri pada 1206 hingga mencapai puncak kejayaan pada era Kekaisaran Mughal, terutama pada masa pemerintahan kaisar Jalaluddin Akbar yang dikenal dengan kebijakan toleransi beragamanya.
Dalam diskusi tersebut, Suratno juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi komunitas Muslim di India saat ini, termasuk rendahnya representasi politik yang hanya sekitar 5 persen di parlemen. Ia juga membantah narasi konspirasi “Jihad Populasi” dengan data yang menunjukkan bahwa tingkat kesuburan Muslim di India justru mengalami penurunan signifikan, dari 4,41 menjadi 2,36.
Sementara itu, pembicara utama Farha Naaz Mansoorie, kandidat PhD bidang nanoteknologi di Indian Institute of Technology Roorkee, membagikan pengalamannya menjalani Ramadan sebagai mahasiswi Muslim di India.
Ia mengatakan bahwa menjalankan ibadah puasa tetap berjalan normal meskipun aktivitas akademik dan penelitian di laboratorium tetap berlangsung. Namun, tantangan yang dirasakannya adalah rasa rindu terhadap keluarga karena harus menjalani Ramadan jauh dari rumah.
Meski demikian, Farha menemukan kenyamanan melalui kegiatan komunitas di masjid kampus yang menjadi tempat berkumpul mahasiswa internasional untuk berbuka puasa bersama.
Ia juga menegaskan bahwa selama menempuh pendidikan di kampus tersebut, dirinya tidak pernah mengalami diskriminasi terkait identitas agama ataupun hijab yang dikenakannya.
Menurut Farha, pendidikan merupakan kunci penting untuk membangun posisi yang kuat di masyarakat sekaligus melawan ekstremisme.
Diskusi juga menyinggung aspek budaya populer seperti pengaruh film Bollywood terhadap kehidupan masyarakat India, serta isu konsumsi daging. Farha menjelaskan bahwa di banyak wilayah India daging sapi tidak dikonsumsi karena sensitivitas agama Hindu, sehingga komunitas Muslim umumnya menggunakan daging kerbau sebagai alternatif yang lebih diterima secara sosial.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 3 jam lalu
Perkuat Pertukaran Akademik Bertaraf Internasional, UPGRIS Jalin Kerjasama dengan Universitas di Nigeria
Ilmu 9 jam lalu
Alumni UNAIR Jadi Rektor Universitas Kepanjen dan Dirikan Yayasan Peduli ODHA
Ilmu 19 jam lalu
“Nawarta” Lahirkan Semangat Wirausaha Muda De Britto
Ilmu 3 hari lalu
Murid TK Berkesempatan Belajar di Luar Kelas di DMX Museum Ungaran
Ilmu 4 hari lalu
Terkini
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 29 menit lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 59 menit lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 1 jam lalu
SAR Gabungan Evakuasi Mayat di Laut Cilacap
Ragam Nusantara 1 jam lalu
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 3 jam lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Operasi SAR Ditutup, Dua Penambang Pasir Gunung Merapi di Magelang Belum Ditemukan
Ragam Nusantara 6 jam lalu
KBRI Beijing Gelar Buka Puasa Bersama di Changsha, Perkuat Pertukaran Masyarakat Indonesia–China
Ragam Nusantara 7 jam lalu