RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Tahta Amrillah SSi MSc PhD, dosen Rekayasa Nanoteknologi dari UNAIR

Dosen Rekayasa Nanoteknologi UNAIR Sebut Limbah Plastik Efektif Jadi Campuran Aspal

Dalam tinjauan rekayasa material, Tahta menjelaskan bahwa beberapa jenis plastik telah dimodifikasi menggunakan bahan-bahan mudah terdegradasi seperti selulosa, yang dapat diekstraksi dari berbagai sumber alami termasuk limbah pertanian seperti singkong dan bonggol jagung. 

Ini menggambarkan bagaimana prinsip rekayasa material membuka pintu bagi pemanfaatan limbah yang berkelanjutan.

Aspal yang terbuat dari campuran limbah plastik memiliki karakteristik yang berbeda dengan aspal konvensional. Meskipun komposisi kimianya mirip, perbedaan dalam ikatan kimia menyebabkan perbedaan sifatnya. 

Namun, Tahta menyoroti perlunya pendekatan fabrikasi yang sederhana dan ekonomis untuk memastikan bahwa limbah plastik ini dapat diintegrasikan dengan baik ke dalam campuran aspal.

“Perlu adanya rekayasa material yang cukup baik, sehingga plastik dapat berguna dalam pembuatan aspal. Bahkan, plastik dapat memiliki sifat yang lebih baik seperti tahan panas dengan titik leleh tinggi, dapat menyerap air, dan sifat daktilitas yang
tinggi,” terangnya.

Penggunaan limbah plastik dalam aspal tidak hanya menawarkan potensi pengurangan biaya bahan dasar yang signifikan, tetapi juga meningkatkan elastisitas dan daktilitas infrastruktur jalan. 

Namun, Tahta memperingatkan bahwa perlakuan khusus diperlukan untuk memastikan bahwa plastik yang digunakan kompatibel dengan aspal, menghindari risiko pengurangan kualitas yang dapat meningkatkan biaya fabrikasi.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Admin

Komentar

Baca Juga

Terkini