RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Tahta Amrillah SSi MSc PhD, dosen Rekayasa Nanoteknologi dari UNAIR

Dosen Rekayasa Nanoteknologi UNAIR Sebut Limbah Plastik Efektif Jadi Campuran Aspal

NYALANUSANTARA, Surabaya – Indonesia, salah satu produsen limbah plastik terbesar di dunia, kini menemukan cara inovatif untuk mengatasi krisis lingkungan tersebut. 

Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), setiap tahunnya negara ini menghasilkan hingga 64 juta ton limbah plastik, di mana sekitar 3,2 juta ton di antaranya mencemari laut.

PT Chandra Asri Pasific Tbk, sebuah perusahaan solusi kimia dan infrastruktur terdepan, telah meluncurkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan ini melalui program ekonomi sirkular yang revolusioner, yakni Aspal Plastik. Program ini memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan campuran dalam pembuatan aspal. 

Sejak peluncurannya, Chandra Asri telah berhasil membangun lebih dari 100 kilometer jalanan menggunakan aspal plastik, dengan mengonversi lebih dari 1.000 ton limbah plastik menjadi infrastruktur yang berguna.

Menanggapi langkah berani perusahaan ini, Tahta Amrillah SSi MSc PhD, seorang dosen Rekayasa Nanoteknologi dari UNAIR, menjelaskan bahwa penggunaan limbah plastik dalam pembuatan aspal adalah solusi yang efektif. 

Dia menekankan bahwa dengan jumlah limbah plastik yang melimpah, penting untuk memanfaatkannya secara efisien daripada membiarkannya terbuang sia-sia.

“Dalam nanoteknologi, kini beberapa plastik telah mengalami modifikasi dengan menggunakan bahan yang mudah terdegradasi, seperti selulosa. Prinsip rekayasa material memungkinkan ekstraksi selulosa ini dari berbagai sumber alami seperti singkong, bahkan limbah bonggol jagung,” jelas Tahta.

Dalam tinjauan rekayasa material, Tahta menjelaskan bahwa beberapa jenis plastik telah dimodifikasi menggunakan bahan-bahan mudah terdegradasi seperti selulosa, yang dapat diekstraksi dari berbagai sumber alami termasuk limbah pertanian seperti singkong dan bonggol jagung. 

Ini menggambarkan bagaimana prinsip rekayasa material membuka pintu bagi pemanfaatan limbah yang berkelanjutan.

Aspal yang terbuat dari campuran limbah plastik memiliki karakteristik yang berbeda dengan aspal konvensional. Meskipun komposisi kimianya mirip, perbedaan dalam ikatan kimia menyebabkan perbedaan sifatnya. 

Namun, Tahta menyoroti perlunya pendekatan fabrikasi yang sederhana dan ekonomis untuk memastikan bahwa limbah plastik ini dapat diintegrasikan dengan baik ke dalam campuran aspal.

“Perlu adanya rekayasa material yang cukup baik, sehingga plastik dapat berguna dalam pembuatan aspal. Bahkan, plastik dapat memiliki sifat yang lebih baik seperti tahan panas dengan titik leleh tinggi, dapat menyerap air, dan sifat daktilitas yang
tinggi,” terangnya.

Penggunaan limbah plastik dalam aspal tidak hanya menawarkan potensi pengurangan biaya bahan dasar yang signifikan, tetapi juga meningkatkan elastisitas dan daktilitas infrastruktur jalan. 

Namun, Tahta memperingatkan bahwa perlakuan khusus diperlukan untuk memastikan bahwa plastik yang digunakan kompatibel dengan aspal, menghindari risiko pengurangan kualitas yang dapat meningkatkan biaya fabrikasi.

“Jika campuran aspal tidak tepat, misalkan komposisi yang salah atau fabrikasi yang salah, maka kualitas aspalnya juga akan jelek. Implikasinya, memang butuh treatment khusus. Pada akhirnya akan meningkatkan biaya fabrikasi,” tuturnya.

Dari segi infrastruktur dan teknologi, Indonesia dipandang telah siap untuk mengadopsi penggunaan limbah plastik dalam pembuatan aspal, karena teknologi yang dibutuhkan relatif tidak terlalu canggih. 

Diharapkan, langkah ini akan membantu mengurangi jumlah limbah plastik yang berakhir sebagai mikroplastik yang merusak ekosistem perairan, khususnya laut. 

Langkah PT Chandra Asri Pasific Tbk bukan hanya menjadi tonggak bersejarah dalam industri, tetapi juga menjadi teladan bagi upaya global dalam menghadapi krisis lingkungan yang mendesak.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Admin

Komentar

Baca Juga

Terkini