Dosen Rekayasa Nanoteknologi UNAIR Sebut Limbah Plastik Efektif Jadi Campuran Aspal
Red - 23 Maret 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Surabaya – Indonesia, salah satu produsen limbah plastik terbesar di dunia, kini menemukan cara inovatif untuk mengatasi krisis lingkungan tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), setiap tahunnya negara ini menghasilkan hingga 64 juta ton limbah plastik, di mana sekitar 3,2 juta ton di antaranya mencemari laut.
PT Chandra Asri Pasific Tbk, sebuah perusahaan solusi kimia dan infrastruktur terdepan, telah meluncurkan langkah nyata dalam menghadapi tantangan ini melalui program ekonomi sirkular yang revolusioner, yakni Aspal Plastik. Program ini memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan campuran dalam pembuatan aspal.
Sejak peluncurannya, Chandra Asri telah berhasil membangun lebih dari 100 kilometer jalanan menggunakan aspal plastik, dengan mengonversi lebih dari 1.000 ton limbah plastik menjadi infrastruktur yang berguna.
Menanggapi langkah berani perusahaan ini, Tahta Amrillah SSi MSc PhD, seorang dosen Rekayasa Nanoteknologi dari UNAIR, menjelaskan bahwa penggunaan limbah plastik dalam pembuatan aspal adalah solusi yang efektif.
Dia menekankan bahwa dengan jumlah limbah plastik yang melimpah, penting untuk memanfaatkannya secara efisien daripada membiarkannya terbuang sia-sia.
“Dalam nanoteknologi, kini beberapa plastik telah mengalami modifikasi dengan menggunakan bahan yang mudah terdegradasi, seperti selulosa. Prinsip rekayasa material memungkinkan ekstraksi selulosa ini dari berbagai sumber alami seperti singkong, bahkan limbah bonggol jagung,” jelas Tahta.
Dalam tinjauan rekayasa material, Tahta menjelaskan bahwa beberapa jenis plastik telah dimodifikasi menggunakan bahan-bahan mudah terdegradasi seperti selulosa, yang dapat diekstraksi dari berbagai sumber alami termasuk limbah pertanian seperti singkong dan bonggol jagung.
Ini menggambarkan bagaimana prinsip rekayasa material membuka pintu bagi pemanfaatan limbah yang berkelanjutan.
Aspal yang terbuat dari campuran limbah plastik memiliki karakteristik yang berbeda dengan aspal konvensional. Meskipun komposisi kimianya mirip, perbedaan dalam ikatan kimia menyebabkan perbedaan sifatnya.
Namun, Tahta menyoroti perlunya pendekatan fabrikasi yang sederhana dan ekonomis untuk memastikan bahwa limbah plastik ini dapat diintegrasikan dengan baik ke dalam campuran aspal.
“Perlu adanya rekayasa material yang cukup baik, sehingga plastik dapat berguna dalam pembuatan aspal. Bahkan, plastik dapat memiliki sifat yang lebih baik seperti tahan panas dengan titik leleh tinggi, dapat menyerap air, dan sifat daktilitas yang
tinggi,” terangnya.
Penggunaan limbah plastik dalam aspal tidak hanya menawarkan potensi pengurangan biaya bahan dasar yang signifikan, tetapi juga meningkatkan elastisitas dan daktilitas infrastruktur jalan.
Namun, Tahta memperingatkan bahwa perlakuan khusus diperlukan untuk memastikan bahwa plastik yang digunakan kompatibel dengan aspal, menghindari risiko pengurangan kualitas yang dapat meningkatkan biaya fabrikasi.
“Jika campuran aspal tidak tepat, misalkan komposisi yang salah atau fabrikasi yang salah, maka kualitas aspalnya juga akan jelek. Implikasinya, memang butuh treatment khusus. Pada akhirnya akan meningkatkan biaya fabrikasi,” tuturnya.
Dari segi infrastruktur dan teknologi, Indonesia dipandang telah siap untuk mengadopsi penggunaan limbah plastik dalam pembuatan aspal, karena teknologi yang dibutuhkan relatif tidak terlalu canggih.
Diharapkan, langkah ini akan membantu mengurangi jumlah limbah plastik yang berakhir sebagai mikroplastik yang merusak ekosistem perairan, khususnya laut.
Langkah PT Chandra Asri Pasific Tbk bukan hanya menjadi tonggak bersejarah dalam industri, tetapi juga menjadi teladan bagi upaya global dalam menghadapi krisis lingkungan yang mendesak.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 1 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 2 jam lalu
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 1 hari lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 1 hari lalu
Rektor UNAIR Resmi Buka Airlangga Education Expo, Bekali Siswa Strategi Masuk Kampus Impian
Ilmu 1 hari lalu
Terkini
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 1 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 2 jam lalu
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Talwiinder dan Disha Patani Resmi Umumkan Hubungan, Keluar Bergandengan Tangan di Lollapalooza India
Lifestyle 4 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Tampilan Perdana Nayanthara di Film Patriot Terungkap, Tanggal Rilis Digoda Lewat Kode Morse
Lifestyle 5 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 5 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 6 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 6 jam lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 7 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 7 jam lalu