Antropolog UNAIR Ungkap Sejarah dan Nilai Tradisi Patrol Sahur saat Ramadan
Red - 26 Maret 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Surabaya - Salah satu tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bulan Ramadan di Indonesia adalah patrol sahur.
Mengenai hal ini, Djoko Adi Prasetyo Drs MSi, seorang Antropolog dan dosen kebudayaan Islam dan klasik Indonesia dari Universitas Airlangga (UNAIR), mengungkapkan bahwa patrol sahur bukan hanya sekadar bangun tidur untuk sahur, melainkan juga sebuah warisan budaya yang memiliki akar sejarah yang kaya.
Dalam sebuah diskusi pada Kamis (14/3/2024), Djoko menyampaikan bahwa patrol sahur adalah sebuah inovasi budaya yang diadopsi dari tradisi bangsa Arab.
Dia menjelaskan bahwa penduduk di sekitar Mekkah pada zaman dahulu memiliki kelompok-kelompok yang bertugas untuk membangunkan orang untuk makan sahur. Mereka membawa lentera dan gendang, berkeliling ke seluruh kota sambil mengumumkan bahwa waktu sahur telah tiba.
“Penduduk di sekitar Mekkah memiliki kelompok-kelompok yang bertugas untuk membangunkan orang makan sahur. Bersenjata lentera dan gendang, mereka berkeliling ke sudut kota sambil meneriakkan bahwa waktu sahur telah tiba,” ungkapnya.
Sejarah patrol sahur ini, lanjut Djoko, telah ada sejak zaman Rasulullah. Pada masa itu, masyarakat menggunakan adzan sebagai pengingat waktu sahur, karena belum ada alat dan teknologi yang memadai.
Namun, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tradisi ini mulai menggunakan alat-alat seperti gendang untuk membangunkan orang sahur.
“Di zaman Nabi Muhammad, belum ada pengeras suara atau alat yang dapat digunakan untuk membangunkan sahur. Karena itu, cara yang dipakai sangat sederhana, yaitu dengan mengumandangkan adzan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Djoko juga menjelaskan bahwa tradisi patrol sahur telah mengalami adaptasi di berbagai daerah di Indonesia. Di Sulawesi, misalnya, tradisi ini dikenal dengan nama Dengo-dengo, sementara di Jawa Barat disebut Ubrug-ubrug.
Namun, meskipun nama dan bentuknya bervariasi, nilai-nilai seperti tanggung jawab sosial, interaksi sosial, dan solidaritas tetap terkandung dalam praktik tersebut.
“Di Sulawesi, tradisi beduk sahur dinamakan Dengo-dengo, sedangkan di Jawa Barat disebut Ubrug-ubrug. Ini adalah tradisi sahur yang paling umum dilakukan di Indonesia,” tambahnya.
Menurut Djoko, patrol sahur mengandung tiga nilai penting: tanggung jawab sosial, interaksi sosial, dan solidaritas.
Nilai tanggung jawab sosial menekankan bahwa masyarakat secara kolektif memiliki tanggung jawab untuk saling mengingatkan waktu sahur.
Di samping itu, adanya interaksi sosial yang terjadi dalam praktik patrol sahur juga menjadi bagian penting dari warisan budaya ini.
Tak kalah pentingnya, nilai solidaritas sebagai umat muslim dalam menjalankan puasa juga tercermin melalui tradisi ini.
“Dalam patrol sahur, tentu dilaksanakan secara berkelompok. Maka terdapat interaksi sosial di dalamnya. Nilai solidaritas sebagai umat muslim untuk mengingatkan sahur dan menjalankan puasa sebagai umat yang taat dalam beragama,” tegasnya.
Dengan demikian, patrol sahur tidak hanya sekadar sebuah kegiatan rutin di bulan Ramadan, tetapi juga sebuah warisan budaya yang mengandung makna dan nilai-nilai yang penting bagi masyarakat Indonesia, baik dari segi sosial maupun keagamaan.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 1 hari lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 1 hari lalu
Rektor UNAIR Resmi Buka Airlangga Education Expo, Bekali Siswa Strategi Masuk Kampus Impian
Ilmu 1 hari lalu
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Dorong Bank Sampah Jadi Garda Depan Pengendalian Sampah
Ilmu 3 hari lalu
Undip Serahkan Alat Plasma Ozon dan Pengering Surya kepada Pemkab Temanggung
Ilmu 3 hari lalu
Terkini
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 10 menit lalu
Tampilan Perdana Nayanthara di Film Patriot Terungkap, Tanggal Rilis Digoda Lewat Kode Morse
Lifestyle 59 menit lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 1 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 2 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 2 jam lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 3 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan dalam Pengangkatan Direksi BUMD
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Volvo EX60 Resmi Meluncur di Eropa, SUV Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh hingga 810 Km
Lifestyle 4 jam lalu
Kemenperin Siapkan Anggaran Efektif Rp2,11 Triliun pada 2026 untuk Perkuat Daya Saing Industri
Ekbis 4 jam lalu
Apresiasi Nasabah, Bank Jateng Undi Hadiah Miliaran
Ragam Nusantara 5 jam lalu