Pengamat Lingkungan: Banjir Demak Tidak Menyebabkan Kembalinya Selat Muria
Red - 28 Maret 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Surabaya - Pusat Krisis Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait banjir yang melanda wilayah Demak, Jawa Tengah.
Banjir tersebut pertama kali tercatat di dua kecamatan, yaitu Karawangen dan Kebonagung. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa hingga tanggal 24 Maret 2024, sebanyak 13.027 jiwa terdampak banjir di Demak.
Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada 230 rumah ibadah, tiga pasar, 143 fasilitas pendidikan, 15 sarana kesehatan, dan kerugian lainnya yang signifikan.
Menyikapi hal ini, Wahid Dianbudiyanto ST M Sc, seorang pengamat lingkungan dan dosen Teknik Lingkungan dari Universitas Airlangga, memberikan pandangannya.
Menurut Wahid, banjir di Demak disebabkan oleh curah hujan tinggi dan masalah drainase yang mengakibatkan jebolnya tanggul Sungai Wulan.
Banjir di Demak sering dikaitkan dengan Selat Muria yang dahulu memisahkan daratan utara Jawa Tengah dengan Gunung Muria. Namun, Wahid menegaskan bahwa spekulasi tentang kembalinya Selat Muria akibat banjir tersebut tidaklah beralasan.
Menurutnya, faktor geologi seperti erosi dari lajur Perbukitan Kendeng dan Perbukitan Rembang yang membawa sedimen yang tinggi membuat kemungkinan kembalinya Selat Muria menjadi sangat tidak mungkin.
“Selat Muria dulunya memainkan peran penting dalam perdagangan dan transportasi laut. Namun, kemungkinan Selat Muria muncul lagi mustahil terjadi. Sebab, proses geologi yang masih berlangsung hingga saat ini. Seperti erosi dari lajur Perbukitan Kendeng dan Perbukitan Rembang yang membawa sedimen yang tinggi,” papar Wahid.
Wahid juga memberikan saran untuk upaya penanggulangan banjir di masa yang akan datang. Dia menekankan pentingnya perbaikan sistem drainase, pengelolaan sampah, pembangunan berkelanjutan, dan penghijauan sebagai langkah-langkah utama yang perlu diperbaiki.
Selain itu, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan juga menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana seperti banjir.
"Dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, kita dapat mengurangi risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, erosi, bahkan kekeringan. Pemerintah dan masyarakat harus bersatu untuk mewujudkan upaya penanggulangan agar bencana seperti banjir tidak terjadi terus-menerus," tambah Wahid.
Dengan demikian, penanganan yang holistik dan kerja sama antara berbagai pihak menjadi kunci dalam mengatasi masalah banjir di Demak dan meminimalkan risiko bencana di masa depan.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 1 hari lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 1 hari lalu
Rektor UNAIR Resmi Buka Airlangga Education Expo, Bekali Siswa Strategi Masuk Kampus Impian
Ilmu 1 hari lalu
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Dorong Bank Sampah Jadi Garda Depan Pengendalian Sampah
Ilmu 2 hari lalu
Undip Serahkan Alat Plasma Ozon dan Pengering Surya kepada Pemkab Temanggung
Ilmu 3 hari lalu
Terkini
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan dalam Pengangkatan Direksi BUMD
Ragam Nusantara 32 menit lalu
Volvo EX60 Resmi Meluncur di Eropa, SUV Listrik Mewah dengan Jarak Tempuh hingga 810 Km
Lifestyle 51 menit lalu
Kemenperin Siapkan Anggaran Efektif Rp2,11 Triliun pada 2026 untuk Perkuat Daya Saing Industri
Ekbis 1 jam lalu
Apresiasi Nasabah, Bank Jateng Undi Hadiah Miliaran
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Kaltim Siap Jadi Penggerak Ekonomi Nasional Seiring Perkembangan IKN
Ekbis 2 jam lalu
Perempuan Buruh Serabutan Ditemukan Tewas di Rumahnya di Ponorogo
Ragam Nusantara 2 jam lalu
10 Rescuer SAR Cilacap Dikirim ke Bandung Barat untuk Bantu Penanganan Longsor
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Sengketa Batas Tanah Berujung Carok Maut di Jember, Satu Warga Tewas
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Cegah Kecelakaan Berulang, Satpol PP Kota Semarang Perbaiki Jalan Berlubang di Sompok
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Masuk Semarang Tanpa Dokumen Kesehatan, 120 Ton Bawang Bombay Ilegal Dimusnahkan Polisi
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Antisipasi Resiko Banjir: Warga Kerja Bhakti Bersih-bersih Kali Banger, Pemkot Semarang Turunkan Alat Berat
Ragam Nusantara 6 jam lalu