Universitas Paramadina Gelar Urban Sufism Day, Angkat Spiritualitas dan Gerakan Sosial
Red - 15 Desember 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Jakarta – Universitas Paramadina melalui Paramadina Graduate School of Islamic Studies (PGSI) berhasil menyelenggarakan Urban Sufism Day dengan tema “Spiritualitas dan Gerakan Sosial”.
Acara ini juga menandai soft launching buku berjudul "Kita Begitu Dekat", yang berisi kenangan dan tulisan para sahabat Abdul Hadi WM. Buku tersebut secara simbolis diserahkan kepada perwakilan keluarga dan Yayasan Abdul Hadi WM.
Acara dibuka dengan Tarian Sema ala Rumi yang disertai alunan suling, menciptakan suasana tenang dan damai. Diskusi dalam acara tersebut dipandu oleh Dr. M. Subhi Ibrahim, M.Hum., Ketua Program Studi PGSI.
M. Wahyuni Nafis, MA., dosen Universitas Paramadina sekaligus Ketua Nurcholish Madjid Society, menyampaikan bahwa Neo-Sufisme menekankan pentingnya moral, dzikir, dan muraqabah dalam membangun iman yang kokoh.
“Spiritualitas tidak berarti menjauhkan diri dari dunia, tetapi bagaimana hati tetap bergantung pada Tuhan sambil aktif terlibat dalam kehidupan masyarakat,” jelas Wahyuni. Ia juga menyoroti pandangan Cak Nur yang mengajarkan keseimbangan antara aspek duniawi dan ukhrawi, serta pentingnya pelibatan diri dalam aktivitas sosial.
Sementara itu, M. Nur Jabir, MA., Direktur Rumi Institute, menjelaskan dimensi estetika dan kedalaman dari sufisme. “Sufi adalah mereka yang hatinya sibuk bersama Tuhan, sementara tubuhnya melayani makhluk,” ujarnya.
Menurut Jabir, tasawuf tidak hanya menghadirkan kedekatan spiritual tetapi juga keindahan melalui berbagai bentuk seni, seperti tarian Sema, arsitektur, hingga puisi. Ia menambahkan, sufisme dapat menjadi alternatif dari wajah agama yang sering terlihat maskulin, sekaligus menawarkan cinta mendalam terhadap nilai-nilai spiritual.
Melalui Urban Sufism Day, Universitas Paramadina menegaskan bahwa spiritualitas dan gerakan sosial dapat berjalan beriringan. Tasawuf modern yang diusung dalam acara ini menawarkan pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan kehidupan urban, tanpa kehilangan makna religiusitas.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 1 hari lalu
Perkuat Pertukaran Akademik Bertaraf Internasional, UPGRIS Jalin Kerjasama dengan Universitas di Nigeria
Ilmu 1 hari lalu
Alumni UNAIR Jadi Rektor Universitas Kepanjen dan Dirikan Yayasan Peduli ODHA
Ilmu 1 hari lalu
“Nawarta” Lahirkan Semangat Wirausaha Muda De Britto
Ilmu 4 hari lalu
Murid TK Berkesempatan Belajar di Luar Kelas di DMX Museum Ungaran
Ilmu 5 hari lalu
Terkini
Penyanyi Piche Kota Ditahan Polisi Usai Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerkosaan
Lifestyle 29 menit lalu
Menkeu Purbaya Ingatkan Risiko Ekonomi RI dari Konflik AS–Israel dan Iran
Ekbis 32 menit lalu
Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran, Harga Relatif Terkendali
Ekbis 1 jam lalu
Bayern Munchen Pesta Gol 6-1 atas Atalanta, Kompany Puji Ketajaman Serangan
Sport 2 jam lalu
Hansi Flick Akui Barcelona Terlalu Sering Kehilangan Bola Saat Ditahan NewcastleN
Sport 3 jam lalu
Pemprov Jateng Gelar Program Balik Rantau Gratis 2026 untuk Masyarakat Pekerja Informal
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Blunder di Debut Liga Champions, Kiper Tottenham Diganti Cepat oleh Igor Tudor
Sport 5 jam lalu
Mahasiswa Indonesia di China Bahas Peluang Kerja Sama Dua Negara
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Industri Otomotif Eropa Bergejolak, PHK Massal Terjadi Saat Peralihan ke Mobil Listrik
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Mengintip Aksi Pendongeng Hibur Murid SD di Banten
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Gubernur Jateng Tegaskan Komitmennya untuk Keterbukaan Informasi Publik
Ragam Nusantara 9 jam lalu