Dosen UNAIR: Pertemuan Trump dan Zelensky adalah Kekacauan Diplomatik
Fatih Tarusbawa - 10 Maret 2025 - VestibulaNYALANUSANTARA, Surabaya- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menggelar pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada pekan lalu. Pertemuan yang digadang-gadang menjadi awal perjanjian damai Ukraina dan Rusia itu sayangnya tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan.
Menanggapi insiden tersebut, Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga (UNAIR), Radityo Dharmaputra buka suara. Menurutnya, pertemuan itu merupakan bentuk pemerintah AS menilai cara Ukraina memenangkan hati Trump dengan menundukkan kepala dan menerima apapun yang diinginkan Trump. AS nampak ingin memaksakan perdamaian, walaupun saat ini terlihat menekan Ukraina saja.
Radityo mengatakan bahwa Zelensky sepertinya juga tidak punya opsi untuk diam, karena banyaknya pernyataan problematik dan memancing yang dikeluarkan oleh Wapres AS JD Vance. Pernyataan-pernyataan Vance itu cukup membuatnya terpojok dalam pertemuan itu. Apabila Zelensky diam, maka dia akan dilihat oleh warga Ukraina seakan menyetujui pernyataan Vance.
“Dalam pertemuan itu yang terjadi adalah kekacauan diplomatik yang membuat semua pihak dirugikan. Sikap Trump ini, walaupun membuat frustasi banyak pihak, tapi sudah bisa ditebak. Hanya memikirkan kepentingan AS, transaksional, sikapnya juga menunjukkan bahwa AS tidak peduli kepentingan bersama ataupun suara dari negara-negara kecil,” ungkapnya.
Kerugian bagi Ukraina
Radityo mengatakan bahwa keputusan AS sesudah pertemuan itu untuk menghentikan bantuan pada Ukraina serta pernyataan-pernyataan lanjutan para pejabat AS mempengaruhi keadaan Ukraina. Keputusan itu akan membuat Ukraina makin sulit melawan Rusia, terlebih apabila negara-negara Eropa tidak bisa menggantikan peran AS dalam hal itu.
“Zelensky tidak punya opsi dalam hal ini dan harus berusaha mendekati Trump. Terlihat dari pernyataan terakhirnya di platform X yang menunjukkan bahwa ia mencoba berbaikan kembali dan menawarkan deal mineral agar segera ditandatangani. Hanya saja, ia sekarang berusaha memberikan counter-offer melalui dukungan UK-Prancis,” ungkapnya.
Radit menambahkan bahwa posisi Ukraina memang terjepit. Namun, sebetulnya di sisi lain juga memberikan kejelasan bahwa kedepannya, sebaiknya Ukraina lebih mengandalkan Eropa dibandingkan AS. AS bukan lagi hegemon yang bisa dipercaya dalam membantu upaya perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 1 hari lalu
Perkuat Pertukaran Akademik Bertaraf Internasional, UPGRIS Jalin Kerjasama dengan Universitas di Nigeria
Ilmu 1 hari lalu
Alumni UNAIR Jadi Rektor Universitas Kepanjen dan Dirikan Yayasan Peduli ODHA
Ilmu 1 hari lalu
“Nawarta” Lahirkan Semangat Wirausaha Muda De Britto
Ilmu 4 hari lalu
Murid TK Berkesempatan Belajar di Luar Kelas di DMX Museum Ungaran
Ilmu 5 hari lalu
Terkini
Penyanyi Piche Kota Ditahan Polisi Usai Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerkosaan
Lifestyle 55 menit lalu
Menkeu Purbaya Ingatkan Risiko Ekonomi RI dari Konflik AS–Israel dan Iran
Ekbis 58 menit lalu
Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran, Harga Relatif Terkendali
Ekbis 2 jam lalu
Bayern Munchen Pesta Gol 6-1 atas Atalanta, Kompany Puji Ketajaman Serangan
Sport 3 jam lalu
Hansi Flick Akui Barcelona Terlalu Sering Kehilangan Bola Saat Ditahan NewcastleN
Sport 4 jam lalu
Pemprov Jateng Gelar Program Balik Rantau Gratis 2026 untuk Masyarakat Pekerja Informal
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Blunder di Debut Liga Champions, Kiper Tottenham Diganti Cepat oleh Igor Tudor
Sport 6 jam lalu
Mahasiswa Indonesia di China Bahas Peluang Kerja Sama Dua Negara
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Industri Otomotif Eropa Bergejolak, PHK Massal Terjadi Saat Peralihan ke Mobil Listrik
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Mengintip Aksi Pendongeng Hibur Murid SD di Banten
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Gubernur Jateng Tegaskan Komitmennya untuk Keterbukaan Informasi Publik
Ragam Nusantara 10 jam lalu