Pari Jawa Punah, Ahli Perikanan UNAIR Soroti Pentingnya Pengelolaan Sumber Daya Perairan
Red - 04 Januari 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Surabaya – Pari Jawa (Urolophus javanicus), sebelumnya terdaftar dalam kategori merah, kini resmi diumumkan sebagai hewan yang punah. Keputusan ini menciptakan kejutan karena menjadi spesies pertama yang punah akibat aktivitas manusia.
Menurut Prof H M Amin Alamsjah Ir Ph D, seorang ahli perikanan dan kelautan dari Universitas Airlangga, Pari Jawa telah lama berada dalam kategori hewan terancam punah.
Kepunahan ini terjadi secara bertahap karena berbagai faktor, termasuk penangkapan ikan yang merusak, overfishing, spesies invasif, dan degradasi habitat akibat aktivitas manusia seperti pembangunan dermaga, tambak intensif, eksploitasi habitat, perdagangan biota ilegal, limbah pabrik, dan perubahan iklim.
Proses kepunahan ini berlangsung secara perlahan, menyebabkan penurunan populasi Pari Jawa. Spesies ini berkembangbiak secara ovovivipar, memerlukan lingkungan yang baik dan nutrisi berupa ikan kecil atau udang untuk kelangsungan hidupnya.
“Penyebabnya juga dapat terjadi karena terdapat spesies invasif. Tapi hal lain yang tidak kalah kuat ialah degradasi habitat. Hal ini dapat terjadi karena pembangunan di daerah pesisir seperti pembangunan dermaga atau tambak intensif yang pada akhirnya memangkas green belt sebagai salah satu media perkembangbiakan spesies air seperti ikan atau udang,” ungkapnya.
Prof Amin juga menyoroti peran penting beberapa wilayah perairan sebagai buffer atau penyangga. Namun, ketika over carrying capacity tercapai, terjadi degradasi ekosistem karena ketidakmampuan menampung bahan beracun.
Dalam konteks ini, Prof Amin mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) untuk membuat daftar spesies yang lebih intern dan mendetail mengenai status keberadaan mereka.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 6 jam lalu
Perkuat Pertukaran Akademik Bertaraf Internasional, UPGRIS Jalin Kerjasama dengan Universitas di Nigeria
Ilmu 13 jam lalu
Alumni UNAIR Jadi Rektor Universitas Kepanjen dan Dirikan Yayasan Peduli ODHA
Ilmu 22 jam lalu
“Nawarta” Lahirkan Semangat Wirausaha Muda De Britto
Ilmu 3 hari lalu
Murid TK Berkesempatan Belajar di Luar Kelas di DMX Museum Ungaran
Ilmu 4 hari lalu
Terkini
DWP Undip Upgrade Iman dan Imun Bersama dr. Zaidul Akbar serta Beri Tali Asih Yatim Piatu
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Kemenkum Jateng Edukasi Hukum bagi Pelajar SMKN 3 Semarang
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Jadi Bagian Even Lari the Ultimate 10K Series, Kota Semarang Targetkan 3.500 Pelari
Ragam Nusantara 4 jam lalu
KAI Wisata Perkuat Sinergi Kolaborasi Layanan Pariwisata dan Digital dengan BTN
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Dari Lahan Tandus ke Pabrik Cerdas, Transformasi Industri Tembaga di Guixi China Timur
Ragam Nusantara 4 jam lalu
SAR Gabungan Evakuasi Mayat di Laut Cilacap
Ragam Nusantara 5 jam lalu
SAR Semarang Pelajari Upaya Penanganan Kecelakaan Mobil Listrik
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 6 jam lalu
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Wakapolda Jateng Tinjau Jalur Mudik Via Udara, Siapkan Strategi Antisipasi Kemacetan Saat Lebaran
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Truk Low Deck Nyangkut di Rel, 10 Perjalanan Kereta di Semarang Terganggu
Ragam Nusantara 9 jam lalu