Suku Cia-cia di Buton, Orang-orangnya Pinter Aksara Hangeul Korea
Vidya Alka - 10 Juni 2024 - PlesiranDari ribuan suku di Tanah Air, ada Suku Cia-cia yang memiliki keistimewaan. Bagaimana tidak, orang-orang dari Suku Cia-cia pintar menulis huruf-huruf Korea alias Aksara Hangeul.
Suku Cia-cia Pulau Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Tahun 2005, ada sekitar 80 ribu jiwa Suku Cia-Cia bermukim di Kelurahan Karya Baru yang berjarak sekitar 20 kilometer ke arah timur Kota Baubau.
Di sana warga kampung, dari anak kecil hingga dewasa, sudah pintar menulis dengan huruf-huruf Korea.
Huruf ini pun digunakan sebagai petunjuk tempat-tempat umum di Karya Baru. Beberapa nama jalan atau plang sekolahan, selain ditulisi nama resmi versi bahasa Indonesia dengan aksara Latin, juga dilengkapi dengan tulisan berhuruf Korea.
Hampir semua suku Cia-Cia juga menggunakan aksara Hangeul untuk berkomunikasi secara tertulis di antara mereka. Namun, bahasanya tetap bahasa asli mereka sendiri.
“Murid-murid sekolah di sini belajar menulis huruf Hangeul, dan di SMA juga ada pejaran bahasa Korea,” kata Abidin, salah satu guru SMA Negeri 6 Baubau yang asli warga Cia-Cia.
Awal mula Suku Cia-Cia mengenal aksara dari “Negeri Ginseng” itu terjadi sekitar awal tahun 2000-an. Ketika itu, Wali Kota Baubau yang dijabat oleh MZ. Amirul Tamin tergerak hatinya ketika mendengar pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang menyebut beberapa bahasa daerah di Indonesia terancam punah.
Pada 2005, bekerja sama dengan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa), pemerintah kota kemudian menggelar “Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara” di Baubau.
“Salah satu yang hadir itu seorang guru besar asal Korea, Prof. Chun Thay Hyun. Ia tertarik dengan paparan tentang keragaman bahasa dan adat istiadat di wilayah bekas Kesultanan Buton ini,” Amirul bercerita.
Prof. Chun Thay Hyun lalu menyempatkan waktu untuk melakukan penelitian di Cia-Cia karena wilayah ini belum memiliki alfabet sendiri, serta adanya kesamaan pelafalan dan struktur bahasa dengan Korea.
Tiga tahun kemudian, sebuah organisasi kemasyarakatan dari Korea Hunminjeongeum Research Institute datang ke Buton atas saran Prof. Chun Thay Hyun.
Pemerintah Kota Baubau kemudian bekerja sama dengan Hunminjeongeum Research Institute untuk menyusun bahan ajar kurikulum muatan lokal mengenai bahasa Cia-Cia dengan huruf Korea. Huruf ini mulai dipelajari dari tingkat SD hingga SMA. Sejak saat itulah nama Cia-Cia populer di Korea, Jepang, bahkan sampai ke Inggris dan Amerika.
Amirul memaparkan, berkat aksara Hangeul itu, kini telah dibuat naskah bahasa Cia-Cia dalam tiga terjemahan, yakni Indonesia, Inggris, dan Korea. Setelah semua usaha ini tercapai, Amirul yakin bahwa dengan adanya sistem penulisan ini, bahasa Cia-Cia akan tetap lestari.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Tahniah Kimya
Komentar
Baca Juga
Aston Inn Pandanaran Semarang Sukses Gelar Event Ramadan “SAHARA” dengan Konsep Kuliner dan Hiburan Terpadu
Jelajah 11 hari lalu
Grand Candi Hotel Semarang Hadirkan Promo Spesial Sambut Idulfitri 2026
Jelajah 16 hari lalu
Golf dengan Pemandangan Samudra dan Kanguru Liar, 7 Lapangan Golf Ikonik di Australia Barat
Jelajah 17 hari lalu
“Mudik ke Jakarta”, Program Baru untuk Tarik Wisatawan Selama Libur Ramadan dan Lebaran 2026
Jelajah 24 hari lalu
Isi Bulan Ramadan, Aston Inn Pandanaran Semarang Gelar CSR di Panti Asuhan Manarul Mabrur
Jelajah 1 bulan lalu
Terkini
Menlu Kuba Kecam AS karena "Berbohong" Terkait Blokade Bahan Bakar
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Arus Balik Lebaran 2026 dari Sumatera ke Jawa Tercatat Lancar dan Terkendali
Ragam Nusantara 1 jam lalu
PT PELNI Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Lancar dan Tertib
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Ingin Persib Juara, Dion Markx Anggap 9 Laga Sisa Seperti Partai Final
Sport 3 jam lalu
Israel Lakukan Serangan Udara, Tiga Jurnalis Tewas di Lebanon
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Mauro Zijlstra Cedera, Jens Raven Perkuat Timnas Lawan Bulgaria
Sport 5 jam lalu
Anggota DPR RI Ini Gelar Halalbihalal Padukan Pengajian dan Wayangan di Kebumen
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Pasar Murah di Monas Gerakkan Ekonomi UMKM dan Beri Hiburan Rakyat
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Quest Prime Pemuda Semarang Hadirkan Paket Syawalan Halal Bihalal Eksklusif
Ekbis 12 jam lalu
Antusiasme Masyarakat Tinggi, Seskab Teddy Sebut Bazar Rakyat di Monas Dihadiri Ratusan Ribu Orang
Ragam Nusantara 13 jam lalu
Ribuan Konsumen Loyal Ikuti Balik Bareng Honda 2026
Ragam Nusantara 13 jam lalu