Israel Lakukan Serangan Udara, Tiga Jurnalis Tewas di Lebanon
- 30 Maret 2026 - Manca NegaraNYALANUSANTARA, Jakarta- Israel menewaskan tiga jurnalis dalam serangan udara terhadap sebuah mobil yang membawa empat orang di Jezzine, Lebanon selatan, pada Sabtu siang waktu setempat, 28 Maret 2026, demikian disampaikan oleh sejumlah pejabat Lebanon. Keempat penumpang dalam mobil tersebut tewas.
Para jurnalis tersebut diidentifikasi sebagai koresponden Al-Manar, Ali Shoaib, reporter Al-Mayadeen, Fatima Ftouni, dan juru kamera, Mohammad Ftouni.
Peristiwa tersebut pun mendapat tanggapan sejumlah jurnalis, bahkan mereka dengan tegas menyatakan Israel telah melanggar prinsip-prinsip kebebasan pers.
"Semua perjanjian, semua hukum hak asasi manusia, dan prinsip-prinsip kebebasan pers runtuh di hadapan tragedi ini. Lihatlah ini -- (insiden) ini berbicara dengan sendirinya. Tidak ada perisai maupun helm yang mampu melindungi kita. Ini adalah realitas baru yang mengungkapkan sifat sejati dari entitas rasis tersebut. (Entitas) itu tidak mengampuni siapa pun, baik warga sipil maupun jurnalis," ungkap slaah seorang jurnalis.
Ia pun menambahkan dengan sejumlah pertanyaan. "Apakah karena mereka melaporkan agresi yang sedang berlangsung, atau karena mereka mengungkap kerugian dan kemunduran pasukan pendudukan Israel dalam menghadapi perlawanan? Inilah kebenaran di balik Israel -- kejahatan di Palestina dan kejahatan di Lebanon. Pasukan pendudukan Israel berusaha membungkam kebenaran," imbuhnya.
"Darah para martir -- Ali, Fatima, dan Muhammad -- akan mendorong kita untuk terus menempuh jalan ini dengan tekad yang lebih besar. Pengorbanan mereka akan menjadi mercusuar, membimbing kita untuk terus mengungkap kejahatan Israel dan mendokumentasikan kekalahannya," tandasnya.
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengutuk serangan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional. Aoun mengatakan bahwa jurnalis merupakan warga sipil yang dilindungi berdasarkan Konvensi Jenewa dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1738, yang melarang serangan terhadap jurnalis yang tidak secara langsung berpartisipasi dalam pertempuran.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua
Komentar
Baca Juga
Arus Balik Lebaran 2026 dari Sumatera ke Jawa Tercatat Lancar dan Terkendali
Ragam Nusantara 1 jam lalu
PT PELNI Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Lancar dan Tertib
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Israel Lakukan Serangan Udara, Tiga Jurnalis Tewas di Lebanon
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Anggota DPR RI Ini Gelar Halalbihalal Padukan Pengajian dan Wayangan di Kebumen
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Pasar Murah di Monas Gerakkan Ekonomi UMKM dan Beri Hiburan Rakyat
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Terkini
Arus Balik Lebaran 2026 dari Sumatera ke Jawa Tercatat Lancar dan Terkendali
Ragam Nusantara 1 jam lalu
PT PELNI Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Lancar dan Tertib
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Ingin Persib Juara, Dion Markx Anggap 9 Laga Sisa Seperti Partai Final
Sport 3 jam lalu
Israel Lakukan Serangan Udara, Tiga Jurnalis Tewas di Lebanon
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Mauro Zijlstra Cedera, Jens Raven Perkuat Timnas Lawan Bulgaria
Sport 5 jam lalu
Anggota DPR RI Ini Gelar Halalbihalal Padukan Pengajian dan Wayangan di Kebumen
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Pasar Murah di Monas Gerakkan Ekonomi UMKM dan Beri Hiburan Rakyat
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Quest Prime Pemuda Semarang Hadirkan Paket Syawalan Halal Bihalal Eksklusif
Ekbis 11 jam lalu
Antusiasme Masyarakat Tinggi, Seskab Teddy Sebut Bazar Rakyat di Monas Dihadiri Ratusan Ribu Orang
Ragam Nusantara 12 jam lalu
Ribuan Konsumen Loyal Ikuti Balik Bareng Honda 2026
Ragam Nusantara 13 jam lalu
SINOPSIS Aku Harus Mati, Horor Sosial tentang Bahaya Flexing dan Jerat Utang Digital
Sinema 14 jam lalu